PERISTIWA

Ternyata Para Sahabat Berlomba Bisa Berbesanan dengan Ahlul Bait

Banyak sahabat, terutama para khalifah, yang menikahkan keluarganya dengan keluarga Nabi saw., atau bahkan mereka sendiri yang menikahi anggota keluarga dan keturunan Nabi saw.

mukjizat.co – Banyak sahabat, terutama para khalifah, yang menikahkan keluarganya dengan keluarga Nabi saw., atau bahkan mereka sendiri yang menikahi anggota keluarga dan keturunan Nabi saw. Hal ini membuktikan adanya cinta dan kasih sayang antara para sahabat dan keluarga Nabi, tidak seperti yang diisukan tentang adanya permusuhan di antara mereka.

Hal pertama yang perlu ditekankan adalah bahwa para khalifah, keempat-empatnya, berbesanan dengan Rasulullah saw. Abu Bakar ra. adalah mertua Rasulullah saw. karena beliau adalah ayah Ibunda Aisyah ra. Demikian juga Umar bin Khattab ra., putrinya, Hafshah ra. adalah salah satu istri Rasulullah saw.

Adapun Utsman bin Affan ra. dan Ali bin Abi Thalib ra. adalah menantu Rasulullah saw. Utsman ra. menikahi Ruqayah ra. dan kemudian Ummu Kultsum ra. Sementara Ali ra. menikahi Fathimah ra.

Menurut Syaikh Mubarakfuri, hubungan perbesanan antara empat orang khalifah dan Rasulullah saw. dimaksudkan untuk memperkuat hubungan antara mereka. Keempat orang khalifah itu sudah tidak diragukan lagi perjuangan dan pengorbanannya untuk dakwah Islam. Rasulullah saw. ingin memuliakan mereka dengan hubungan perbesanan, layaknya kebiasaan bangsa Arab.

Selain empat khalifah tersebut, ada dua orang sahabat lain yang menjadi mertua Rasulullah saw. Mereka adalah Abu Sufyan ra. yang merupakan ayah salah satu istri Rasulullah saw., Ummu Habibah. Al-Harits bin Dhirar ra. juga demikian karena menjadi ayah Ibunda Juwairiyah ra.

Tidak hanya menjadi mertua Rasulullah saw., Umar bin Khattab ra. juga berkeinginan besar bisa menikahi salah satu keturunan Rasulullah saw. Hingga akhirnya beliau bisa menikahi Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib ra., salah satu cucu Rasulullah saw.

Dari kisah pernikahan-pernikahan itu, bisa dirasakan bagaimana suasana batin yang terbangun di antara para sahabat dan keluarga Rasulullah saw. Mereka saling menghormati, memuliakan dan mencintai. Kepentingan politik kalangan tertentulah yang memalsukan fakta sejarah ini untuk menimbulkan api kebencian umat Islam kepada para sahabat mulia itu. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.