PERISTIWA

Inilah yang Dikatakan Abu Bakar Saat Dipilih Menjadi Pengganti Rasulullah

Setelah Rasulullah saw. wafat, para sahabat dari kalangan Anshar mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah.

mukjizat.co – Setelah Rasulullah saw. wafat, para sahabat dari kalangan Anshar mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa’idah. Ketika hal itu diketahui oleh Abu Bakar Ash-Shidiq ra., Umar bin Khattab ra., dan Abu Ubaidah ra., mereka langsung bertandang ke tempat tersebut untuk menemui mereka.

Para sahabat dari kalangan Anshar berkata, “Kami angkat dari kalangan kami seorang pemimpin, dan kalian mengangkat dari kalangan kalian seorang pemimpin juga.” Mendengar hal itu, Umar bin Khattab ra. berusaha meluruskan, “Itu berarti dua bilah pedang dalam satu buah sarung. Tidak akan mungkin bisa berakibat baik.”

Setelah itu beliau mendekati Abu Bakar ra., beliau angkat tangan Abu Bakar ra., sambil mengatakan, “Siapakah yang mempunyai ketiga keistimewaan ini?

Ketika Rasulullah saw. mengatakan kepada temannya, siapakah temannya tersebut?

Ketika keduanya berada dalam gua, siapakah mereka berdua?” Mereka menjawab, ” Mereka adalah Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra.”

Ketika Allah swt. berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah swt. bersama kita. Siapakah kita yang dimaksud?” Mereka menjawab, “Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra.”

Kemudian beliau berkata kepada orang-orang, “Siapakah di antara kalian yang setuju jika ada yang diutamakan lebih dari Abu Bakar ra?” Mereka menjawab, “Kita semua berlindung dari Allah swt. agar tidak mendahulukan orang lain lebih dari Abu Bakar ra.”

Mendengar perkataan mereka itu, Umar ra. mendekati Abu Bakar ra. dan memegang tangannya. Beliau berkata, “Berikan tanganmu, aku akan berbai’at kepadamu.” Semua sahabat pun mengikuti apa yang dilakukan Umar ra.

Abu Bakar ra. pun menjadi khalifah, pengganti Rasulullah saw. Beliau menerima amanah tersebut, kemudian berpidato di depan umat Islam:

“Aku telah dijadikan pemimpin kalian. Padahal aku bukanlah orang yang terbaik. Jika aku benar dalam melaksanakan amanah ini, maka bantulah aku. Sedangkan bila aku salah, maka luruskanlah aku. Jujur adalah bagian dari amanah, sedangkan bohong adalah bagian dari pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian, dalam pandanganku adalah orang yang kuat, hingga aku berikan semua haknya. Dan sebaliknya, orang yang kuat di antara kalian, dalam pandanganku adalah orang yang lemah, hingga aku ambil hak-hak orang lain darinya.

Setiap kaum yang meninggalkan jihad fi sabilillah pasti Allah swt. akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Dan jika kemaksiatan menyebar di sebuah masyarakat, pasti akan ada bencana yang Allah swt. turunkan kepada seluruh penduduk dalam masyarakat tersebut.

Maka taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah swt. dan Rasulullah saw. Sedangkan jika aku sudah tidak taat kepada Allah swt. dan Rasulullah saw., maka kalian tidak perlu lagi taat kepadaku. Sekarang marilah kita dirikan shalat.” [sof1/www.mukjizat.co]

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda