SOSIAL

Sunatullah Fil Quran; Rahmat Allah Adalah Magnet Kita

Siapa yang tidak ingin dekat dan akrab dengan orang lain? Siapa ayah yang tidak ingin kata-katanya didengarkan anak-anaknya? Siapa pemimpin yang tak ingin perintahnya dipatuhi oleh anggotanya? Inilah rahasia besar kesuksesan dakwah Rasulullah saw.

mukjizat.co – Siapa yang tidak ingin dekat dan akrab dengan orang lain? Siapa ayah yang tidak ingin kata-katanya didengarkan anak-anaknya? Siapa pemimpin yang tak ingin perintahnya dipatuhi oleh anggotanya? Kita semua ingin seperti itu. Tentunya. Tapi yang sering terjadi adalah sebaliknya; kita sulit mendekati orang lain, sulit meyakinkan anak-anak kita, sulit mengatur anggota kita. Kenapakah? Itulah sebab kita harus mempelajari salah satu sunatullah fil Quran; rahmat Allah adalah magnet kita.

Ternyata saat itu kita belum menjadi magnet yang menarik orang lain. Jika ingin menarik orang lain, harus ada magnet yang kita miliki dan bisa menarik. Magnet itu ternyata bukan pada sikap yang dibuat-buat dan perkataan yang dimanis-maniskan. Tapi sikap halus dan perkataan lembut yang apa adanya. Hal ini ternyata dihasilkan dari hati yang penuh dengan rahmat dari Allah Taala.

Ibarat sebuah wadah, hati sudah dicurahi rahmat Allah Taala hingga akhirnya meluber dalam sikap dan perkataan kita kepada orang lain. Orang yang berinteraksi dengan kita pun akhirnya merasakan rahmat itu, dan tertarik. Inilah rahasia besar kesuksesan dakwah Rasulullah saw. yang berhasil menyebarkan dan mengokohkan Islam dalam waktu yang relatif singkat, dengan manfaat yang demikian fenomenal.

Allah Taala berfirman dalam Al-Quran, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali Imran: 159].

Ternyata orang-orang musyrikin Mekah bisa menerima dakwah Rasulullah saw. karena beliau bersikap dan berkata lemah lembut kepada mereka. Sikap dan perkataan Rasulullah saw. yang seperti ini ternyata berasal dari hati yang penuh dengan rahmat Allah Taala. Ini hukum Allah Taala yang pasti akan berlaku. Hal inilah yang kemudian dilantunkan oleh seorang penyair, “Berbuat baiklah kepada orang lain, niscaya kau akan memperbudak hatinya.”

Hukum Allah Taala pasti akan terbukti, berlaku tegas, dan tidak berkompromi. Sehingga kalau kita bersikap keras dan berhati kasar, orang-orang pun akan berhamburan meninggalkan kita semua. Walaupun itu seorang nabi.

Hukum ini harus dipelajari oleh siapa? Pastilah semua orang memerlukannya. Ayah, ibu, guru, dan setiap orang yang memegang fungi kepemimpinan. Kunci bagi keberhasilan melaksanakan posisi-posisi itu adalah hubungan eratnya dengan Allah Taala. Hal ini misalnya bisa dibuktikan dengan kisah Lukman Sang Bijak di dalam Al-Quran.

Allah Taala berfirman dalam Al-Quran, “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Luqman: 12].

Sunatullah fil Quran; rahmat Allah adalah magnet kita. Lukman, yang bukan seorang nabi, mempunyai kata-kata yang penuh dengan hikmah. Sedikit berkata, apa yang diinginkannya dipatuhi oleh anaknya. Kenapa? Allah Taala telah memberinya sebuah karunia yang biasanya diberikan kepada para nabi. Dikisahkan bahwa Lukman hidup sezaman dengan Nabi Daud as. Orang-orang saat itu sangat mengandalkan beliau. Setiap kali menghadapi masalah, mereka menanyakan solusinya kepada Lukman. Sehingga rumahnya ramai kedatangan tamu yang meminta nasihat. Beliau pun berfatwa membantu mereka. Namun setelah Allah Taala mengangkat Daud as. sebagai seorang nabi, beliau tidak lagi memberikan nasihat dan fatwanya.

Dalam ayat di atas disebutkan “Dan sesungguhnya telah Kami berikan…” Hal itu dibahasakan dengan kata (وَلَقَدْ آتَيْنَا) yang biasanya digunakan untuk proses Allah Taala memberikan wahyu kepada para nabi. sehingga bisa dikatakan bahwa Lukman bukanlah seorang nabi, tapi mendapatkan karunia seperti para nabi. Karena hati beliau memang siap untuk menerima pemberian Allah Taala itu. Terbukilah salah satu sunatullah fil Quran; rahmat Allah adalah magnet kita. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.