SEJARAH

Salah Paham yang Melumrah Terkait Tahun Baru Hijriah dan Hijrah Nabi SAW

Umat Islam bergembira dengan pergantian tahun Hijriah. Berbagai acara diadakan untuk menyambutnya dengan penuh berharap adanya perbaikan untuk umat Islam di tahun yang baru.

mukjizat.co – Umat Islam bergembira dengan pergantian tahun Hijriah. Berbagai acara diadakan untuk menyambutnya dengan penuh berharap adanya perbaikan untuk umat Islam di tahun yang baru. Namun ternyata ada beberapa kesalahan persepsi yang sudah melumrah di tengah masyarakat terkait tahun baru dan peristiwa hijrah.

Banyak orang meyakini bahwa meramaikan tahun baru Hijriah adalah guna memperingati hijrah Rasulullah saw. dari Mekah ke Madinah. Bahwa Rasulullah saw. melaksanakan hijrah pada bulan Muharam, 1440 tahun yang lalu. Padahal tidak ada hubungan antara tahun baru dan peristiwa hijrah Rasulullah saw.

Hijrah Rasulullah saw. terjadi pada bulan Rabi’ul Awal (bulan ketiga), bukan pada bulan Muharam (bulan pertama). Ditulis dalam sejarah bahwa Rasulullah saw. sampai di Madinah tanggal 12 Rabi’ul Awal, waktu dhuha. Sebab dinamakan dengan tahun Hijriah hanyalah karena perhitungan tahun ini dimulai dengan patokan tahun saat terjadinya hijrah Rasulullah saw. dari Mekah ke Madinah.

Terkait dengan awal tahun, sebenarnya pernah terjadi perbedaan pendapat di kalangan sahabat. Ada yang menginginkan bulan Ramadhan sebagai bulan pertama dalam tahun Hijriah mengingat keutamaannya. Namun dukungan kepada pendapat yang memilih bulan Muharam menguat dengan alasan bahwa bulan Muharam adalah waktu kepulangan para jamaah haji. Mengingat ibadah haji bukanlah ibadah baru yang dikenal bangsa Arab seperti ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Sebenarnya, penggunaan tahun hijriah ini sudah dimulai saat Rasulullah saw. menjadi pemimpin negara baru di Madinah. Saat itu Rasulullah saw. mulai mengirimkan surat-surat ke raja-raja dan pemimpin suku-suku. Rasulullah saw. mengenalkan Islam sebagai negara baru yang hendaknya mulai diakui sebagai anggota masyarakat dunia saat itu. Berbeda saat masih berada di Mekah, beliau tidak melakukan hal itu karena belum mewakili sebuah negara, melainkan sekadar gerakan dakwah perubahan saja.

Pada tahun 17 Hijriah (637 Masehi), barulah kemudian Umar bin Khattab ra. meresmikan kalender Islam Hijriah ini, dan dipilihlah bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender ini. Demikianlah, kalau umat Islam hendak memperingati hijrah Rasulullah saw., hendaknya pada bulan Rabi’ul Awal, bukan pada bulan Muharam. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.