Hijrah Itu Masih Ada, Ini Bentuknya

0 komentar 293 kali dilihat

mukjizat.co – Orang yang telah berhijrah dari Mekah ke Madinah (Muhajirin) dan orang-orang yang telah menolong mereka (Anshar) telah mendapatkan keutamaan yang sangat besar. Tapi ada yang bilang bahwa ketaatan bernama hijrah sudah tidak ada lagi, karena Mekah sudah menjadi negeri Islam. Tapi ternyata hijrah itu masih ada, ini bentuknya.

Hijrah ada dua macam. Hijrah yang masih berlaku, dan hijrah yang sudah tidak berlaku lagi. Hal itu bisa dipahami dari hadits-hadits Rasulullah saw.

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada lagi hijra setelah penaklukan kota Mekah. Jika kalian diseru berjihad, maka sambutlah seruan itu.” [Bukhari, Muslim].

Mujasyi’ bin Mas’ud ra. pernah datang kepada Rasulullah saw, mengatakan, “Ya Rasulullah, ini saudaraku Mujalid bin Mas’ud datang akan berjanji setia kepadamu untuk untuk berhijrah.” Maka Rasulullah saw. berkata, “Tidak ada lagi hijrah setelah penaklukan kota Mekah. Oleh karena itu aku akan mengambil janji setianya untuk mengamalkan Islam.” [Bukhari].

Namun di samping hadits-hadits itu, Rasulullah saw. juga bersabda, “Kewajiban hijrah tidak akan pernah putus hingga putusnya kewajiban bertobat. Sementara itu kewajiban bertobat tidak akan putus sebelum terbitnya matahari dari barat.” [Abu Daud, Ahmad].

Junadah bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang-orang mengatakan bahwa hijrah sudah tidak ada.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya hijrah akan terus ada selama ada kewajiban berjihad.” [Ahmad].

Lalu hijrah seperti apa yang masih ada dan berlaku hingga sekarang?

Hijrah fisik dari tempat yang tidak kondusif untuk beribadah dan mengamalkan syariat. Allah Taala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”.  Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisaa’: 97].

Hijrah hati dengan bertauhid, ikhwah dan tawakal hanya kepada Allah Taala. Setiap kali hendak tidur, Rasulullah saw. selalu berdoa, “Ya Allah, aku pasrahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa cinta dan rasa takut kepadamu. Tidak ada tempat berlindung dan mencari rasa aman dari siksa-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan, dan dengan nabi yang Kau utus.” [Bukhari, Muslim].

Hijrah praktik dengan meninggalkan semua larangan. Rasulullah saw. bersabda, “Seorang Muslim adalah yang lisan dan tangannya tidak merugikan orang lain. Seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan semua larangan Allah Taala.” [Bukhari, Muslim].

Hijrah praktik dengan menjauhi lingkungan buruk. Imran bin Hushain mengatakan, “Rasulullah saw. melarang kita memenuhi undangan makan orang-orang fasik.” Ternyata hijrah itu masih ada, seperti itu bentuknya. [Thabrani]. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan Komentar Anda