PERISTIWA Sunnah

Jenius, Begini Rasulullah SAW Menyiapkan Hijrahnya

Orang yang membaca detail persiapan Rasulullah saw. dalam hijrahnya akan berkesimpulan bahwa melakukan perencanaan yang rapi dan matang adalah sunnah Rasulullah saw. yang hendaknya juga dicontoh oleh umatnya.

mukjizat.co – Peristiwa hijrah Rasulullah saw. sarat dengan pelajaran berharga untuk umat Islam. Kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, melakukan usaha maksimal, tawakkal, dan sebagainya. Tapi, di luar semua itu, peristiwa hijrah juga memberikan pelajaran bagaimana merencanakan dan menyiapkan sebuah urusan yang sangat penting dan penuh ancaman.

Orang yang membaca detail persiapan Rasulullah saw. dalam hijrahnya akan berkesimpulan bahwa melakukan perencanaan yang rapi dan matang adalah sunnah Rasulullah saw. yang hendaknya juga dicontoh oleh umatnya. Melakukan perencanaan adalah perintah dari Allah Taala, sehingga asal-asalan dalam mengerjakan sesuatu adalah perbuatan yang tercela. Berikut beberapa hal yang dilakukan Rasulullah saw. dalam hijrahnya, yang jelas merupakan sebuah perencanaan matang.

  1. Beliau mendatangi Abu Bakar ra. di rumahnya di siang hari saat matahari sedang terik-teriknya. Saat-saat seperti itu tidak ada orang yang keluar rumah di Mekah. Jelas tujuan Rasulullah saw. adalah agar kedatangannya tidak diketahui orang lain.
  2. Beliau datang dengan wajah ditutup kain. Sehingga kalaupun ada orang melihatnya, tidak mesti mengetahui bahwa sosok itu adalah Rasulullah saw.
  3. Beliau meminta Abu Bakar ra. untuk mengosongkan rumah, agar apa yang akan dibicarakan tidak didengar orang yang tidak perlu mendengarnya.
  4. Beliau tidak menyebutkan tempat-tempat yang akan dilewati dan disinggahi secara detail.
  5. Beliau memulai perjalanan hijrah dari rumah Abu Bakar ra. dengan keluar di malam hari dari pintu belakang.
  6. Beliau dan Abu Bakar ra. memilih jalur perjalanan yang tidak lumrah dilewati musafir yang akan bepergian ke Madinah. Untuk memastikan tepatnya pilihan jalan tersebut, beliau mempekerjakan seorang musyrik ahli perjalanan padang pasir.
  7. Madinah terletak di arah utara Mekah, tapi beliau malah ke arah selatan, tepatnya ke arah Yaman. Di sanalah berdiri bukit Nur. Sebuah bukit yang cukup tinggi dengan jalan yang sangat terjal. Di atas bukit ini terdapat  gua Tsur, yang menjadi tempat persinggahan Rasulullah saw. selama tiga hari guna menunggu orang-orang Musyrikin tidak lagi mencari-carinya. Diriwayatkan bahwa saat mendaki bukit ini, Rasulullah saw. melepas alas kaki dan berjalan dengan menggunakan ujung kakinya agar tidak meninggalkan jejak yang bisa dibaca orang-orang Musyrikin.
  8. Dalam perjalanan itu, beliau juga menunjuk dan menugasi beberapa orang guna membantu kesuksesan hijrah. Ali bin Abi Thalib ra. bertugas tidur di kasur beliau untuk mengelabui orang-orang Musyrikin. Abdullah bin Abu Bakar ra. bertugas menjadi mata-mata yang melaporkan gerak-gerik penduduk Mekah. Asma’ binti Abu Bakar ra. bertugas sebagai penyuplai kebutuhan Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. selama singgah di dalam gua. Amir bin Fuhairah bertugas sebagai penggembala yang menghapus jejak Abdullah bin Uraiqith bertugas sebagai penunjuk jalan.

Perencanaan yang dilakukan Rasulullah saw. demikian detail dan matang. Disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang saat itu dihadapinya. Karena perencanaan tidaklah bertentangan dengan keimanan kepada takdir dan tawakkal hanya kepada Allah Taala. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.