Erdogan: Ketika Ada Iman dalam Jiwa, Semua Kemampuan Pasti Tersedia

0 komentar 206 kali dilihat

mukjizat.co – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa ada kekuatan besar yang memusuhi Turki sedang melakukan kudeta ekonomi dengan mempermainkan nilai tukar mata uang dan bunga setelah mereka gagal dalam bentuk-bentuk kudeta lainnya.

Pernyataan itu disampaikannya dalam Munas Partai Keadilan dan Pembangunan Ke-6 (AKP), Sabtu (18/8/2018) hari ini di Ankara. Erdogan menyebutkan bentuk kudeta sebelum ini adalah menghidupkan pengkhianatan dalam negeri, menciptakan kondisi chaos, menggunakan jalur lembaga peradilan dan keamanan, memunculkan teorisme, menarget wilayah-wilayah Turki yang berbatasan dnegan Suriah yang sedang berkecamuk perang.

“Ada pihak yang mengancam kita dengan ekonomi, sanksi, nilai tukar mata uang, bunga, dan inflasi. Maka saat ini kita katakan kepada mereka bahwa, ‘Kami telah mengetahui konspirasi kalian, dan kami akan menghadapi kalian,” demikian katanya.

Kemudian Erdogan menjelaskan pentingnya keimanan dalam kondisi seperti ini, “Ketika ada iman dalam jiwa, semua kemampuan akan tersedia. Sudah sangat sering bangsa kita mengalahkan konspirasi dan pengkhianatan dengan imannya.”

Erdogan juga menekankan, “Turki tidak akan pernah tunduk kepada pihak-pihak yang berpura-pura menjadi koalisi strategis, padahal di waktu yang sama menjadikan Turki sebagai target strategisnya. Kami tidak pernah percaya ada kekuatan fana apapun di dunia ini yang dapat menghadapi keberanian dan kecerdasan bangsa Turki yang saat ini sedang memperjuangkan tujuannya dengan kesiapan untuk mati.”

Dengan penuh keyakinan, Erdogan menyampaikan pesan, “Ayo kita katakan kepada mereka dengan sekeras-kerasnya bahwa kalian tidak akan pernah berhasil memecah bangsa kami, menghancurkan negeri kami, menurunkan bendera kami, mematikan suara azan kami, dan menghentikan kemajuan negeri kami.”

Saat ini Turki sedang menghadapi perang ekonomi yang dilakukan negara-negara besar dikomandoi Amerika Serikat. Sehingga nilai tukar Lira turun hingga titik yang terburuk dalam sejarah. (yenisafak/alodunia.com)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan Komentar Anda