Kabar KEBERKAHAN

Perang Ekonomi di Turki dan Ottomanphobia

Sepanjang sejarah konflik antar negara dan antar peradaban, perang bisa mengambil bentuk bermacam-macam.

mukjizat.co – Sepanjang sejarah konflik antar negara dan antar peradaban, perang bisa mengambil bentuk bermacam-macam. Ada perang militer, perang politik, perang media, perang proksi, dan yang tak kalah dahsyatnya perang ekonomi.

Karena itulah kita saksikan bersama bagaimana kekuatan raksasa dunia berebutan sumber energi dan keuangan. Penguasaan atas sumber energi dan keuangan nantinya akan sangat berpengaruh pada sifat hubungan antar negara.

Dalam sejarah perjuangan Rasulullah saw. perang ekonomi pun sangat jelas terlihat pengaruhnya. Ketika di Mekah, kita lihat bagaimana suku Quraisy pernah memboikot keluarga besar Bani Hasyim yang mendukung dan melindungi Rasulullah saw.

Sementara saat di Madinah, kita akui betapa berpengaruhnya keislaman Tsumamah bin Utsal yang berasal dari suku penghasil gandum, dan siap menyetop ekspor gandumnya ke Quraisy. Oleh karena itu pula, perhatian besar diberikan Rasulullah saw. kepada pengaturan pasar begitu beliau sampai di Tanah Hijrah, Al-Madinah Al-Munawwarah.

Kita semua bisa membaca dalam sejarah bagaimana para musuh kemanusiaan sangat mudah melakukan kejahatan kepada para pejuang dan pengusung prinsip kemanusiaan. Mereka tidak akan pedulikan nasib bangsa-bangsa, kesepakatan bersama, dan prinsip kemanusiaan. Sementara Islam mengajarkan umatnya tidak demikian. Ada aturan perang ekonomi yang harus dihormati, ada etika perang militer yang harus disucikan. Pohon dan bangunan saja tidak boleh ‘disentuh’ dalam peperangan.

Krisis ekonomi yang sedang dialami Turki disebabkan permainan nilai mata uang yang dilakukan Amerika Serikat. Ini adalah perang ekonomi yang mereka tempuh setelah mengalami kegagalan dalam perang-perang sebelumnya. Tujuannya jelas, menundukkan Turki yang dikuasai orang-orang berjiwa Utsmani Penakluk bangsa-bangsa. Amerika dan Eropa tahu betul bagaimana sejarah kaum Utsmani dulu.

Konspirasi-konspirasi yang dilakukan pembenci Turki, baik di Barat maupun Timur, sungguh sangat besar, dan menggunakan dana yang sangat melimpah. Tapi ternyata hingga saat ini Turki masih saja menjadi negara mayortas Islam yang selalu mengulurkan tangannya kepada bangsa-bangsa yang terzalimi. Terasa sekali dukungan dari Allah Taala kepada pembela kaum lemah itu. Bahkan sangat mungkin, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya, senjata itu akan makan tuannya sendiri. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.