ADA APA DENGAN DIA Keluarga

Lemah, Tapi Rahim Mereka Melahirkan Sejarah

Ketika ayahnya meninggal dunia, mulailah terbukti kesetiaan seorang ibu yang pernah berjanji untuk menjadikan Muhammad bin Idris sebagai seorang imam.

mukjizat.co – Mungkin banyak orang masih memandang wanita sebagai makhluk yang lemah. Tapi kiranya setelah membaca kisah-kisah ini, mereka akan mengubah pandangan itu. Ternyata wanita, baik sebagai seorang ibu, istri, maupun saudara perempuan, adalah benih pertama bagi pohon umat yang besar. Merekalah yang mempunyai peran terpenting dalam membina generasi. Lemah, tapi rahim mereka melahirkan sejarah.

Oleh karena itu, banyak sejarawan yang menyebutkan bahwa wanitalah yang menjadi faktor paling penting dalam kebangkitan umat Islam saat terpuruk menghadapi musuhnya. Namanya jarang dicatat dan disebutkan sejarah, tapi fungsi keberadaannya sangat terasa.

Khansa’ binti Amru, seorang ibu yang memberikan semangat perjuangan kepada empat orang anaknya untuk kuat menghadapi pasukan adidaya Persia. Setelah terjadinya pertempuran, berita perang berdatangan kepada umat Islam. Satu persatu putranya meninggal dunia menjumpai kesyahidan. “Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap bisa berkumpul bahagia kembali di kehidupan abadi penuh dengan rahmatNya,” demikian katanya penuh dengan kesabaran.

Siapa yang tidak tahu Sufyan Ats-Tsauri, ulama besar dalam ilmu hadits. Ratusan ribu hadits dihafal dan dipeliharanya. Ternyata beliau memiliki seorang ibu shalihah yang berjuang memelihara dan membiayainya. Lemah, tapi rahim mereka melahirkan sejarah. Ats-Tsauri bercerita, “Saat ingin menuntut ilmu, aku bermunajat kepada Allah, ‘Ya Allah, aku harus memiliki penghidupan, tapi lama kelamaan kelimuan terlihat menghilang.’ Maka aku putuskan untuk fokus dalam menuntut ilmu, sementara penghidupanku akan kumohonkan kepada Allah Taala. Ternyata doaku terkabul, ibu berkata kepadaku, “Nak, kamu belajar saja. Aku yang akan membiayaimu dengan hasil tenunanku.’”

Salah seorang imam mazhab terbesar di dunia. Ratusan juta umat Islam beribadah dengan hukum hasil ijtihadnya. Dialah Imam Syafi’i. Ketika ayahnya meninggal dunia, mulailah terbukti kesetiaan seorang ibu yang pernah berjanji untuk menjadikan Muhammad bin Idris sebagai seorang imam. Maka Syafi’i bocah pun diboyongnya dari Gaza ke Mekah. Di sana dia berhasil menghafalkan Al-Quran dalam umur 7 tahun. Tak cukup, Syafi’i dikirimkan ke daerah pedesaan Mekah untuk belajar bahasa Arab yang masih murni dan belum tercampuri bahasa perkotaan. Di sana Syafi’i juga belajar memanah, menunggang kuda, dan ilmu pedang. Kemudian Syafi’i menyerap ilmu para imam, hingga akhirnya Imam Malik mengizinkannya mengeluarkan fatwa padahal umurnya baru 15 tahun.

Raja yang namanya melegenda juga menyimpan sejarah peran seorang ibu. Abdurahman An-Nashir adalah salah seorang khalifah Bani Umayah yang memerintah wilayah Islam di Eropa, Andalusia. Banyak peperangan dilakukannya dengan kerajaan-kerajaan Eropa. Dialah yang memasyhurkan kota Cordoba karena menjadi pusat pemerintahan Andalusia dan pusat keilmuan. Ke kota inilah berdatangan para raja dan pangeran Eropa untuk menemui beliau. Ternyata Abdurahman lahir sebagai seorang anak yatim. Ibunyalah yang berjuang mendidiknya hingga menjadi raja termasyhur di Eropa.

Siapa yang tidak kenal nama pahlawan ini? Bahkan namanya telah dikabarkan sejak zaman Rasulullah saw. Muhammad Al-Fatih. Sultan Muslim yang mengukir namanya dalam sejarah karena telah berhasil menaklukkan Konstantinopel. Kehebatannya ternyata tak terlepas dari seorang ibu. Setiap hari, di waktu subuh, ibunya selalu membawanya keluar rumah. Sambil menatap benteng Konstantinopel yang tinggi dan angkuh, ibunya berkata, “Nak, namamu Muhammad. Engkaulah yang akan membuka dan menaklukkan benteng ini. Karena namamu Muhammad, sesuai dengan yang dikabarkan oleh Rasul tercinta.” Si bocah pun bertanya, “Bagaimana bisa, kota itu kan besar sekali?” Ibunya menjawab, “Dengan Al-Quran, kekuasaan, senjata, dan cinta orang lain.” Lemah, tapi rahim mereka melahirkan sejarah. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.