BUAH HATI

Kunci Sehat dan Salihnya Anak Kita

Petunjuk pertama dalam merawat dan mendidik anak adalah dengan menyerahkannya kepada Allah Taala. Bahwa kita memiliki anak bukan semata untuk kebahagiaan kita, tapi untuk mengabdikan diri kepada Allah Taala.

mukjizat.co – Mempunyai anak adalah karunia yang sangat besar. Kehadirannya membawa kebahagiaan, mengisi relung fitrah dalam hati kita yang masih kosong. Namun demikian, nikmat yang besar selalu disertai tanggung jawab yang besar pula. Tanggung jawab merawat dan mendidiknya tidak semua orang bisa melaksanakannya dengan baik. Saat anak mempunyai tubuh yang sakit-sakitan, perangai yang buruk, dan pendidikan yang lamban, nikmat ini berubah menjadi kesedihan yang berkepanjangan bagi orang tua. Ini terjadi karena tidak semua orang tua mengerti bagaimana merawat dan mendidik anak mereka. Oleh karena itu, perlu mengetahui kunci sehat dan salihnya anak kita.

Keluarga Imran

Dalam Al-Quran ada petunjuk yang sangat prinsip dalam mendidik mereka. Misalnya dalam surat Ali Imran. Keluarga Imran, nama yang sangat tepat, harus menjadi petunjuk bagi kita dalam membina keluarga dan rumah tangga.

Allah Taala berfirman:

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَامَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan menumbuhkannya (mendidiknya) dengan pertumbuhan (pendidikan) yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.[Ali Imran: 35-37].

Serahkan Anak Kita kepada Allah Taala

Petunjuk pertama dalam merawat dan mendidik anak adalah dengan menyerahkannya kepada Allah Taala. Bahwa kita memiliki anak bukan semata untuk kebahagiaan kita, tapi untuk mengabdikan diri kepada Allah Taala. Kita ingin anak-anak kita menjadi orang-orang yang kelak berjuang dan membela agama Allah Taala.

Dalam ayat di atas, istri Imran menyerahkan anak yang masih dalam kandungannya itu untuk Allah Taala. Bukan ego dirinya sebagai seorang wanita (رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا), “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis).”

Dia rela anaknya memperjuangkan agama Allah walaupun harus hidup berpisah. Ketika anak sudah diserahkan kepada Allah Taala, maka secara otomatis anak itu sudah berada dalam asuhan Allah Taala. Allah Taala yang akan merawat dan mendidiknya. Saat kita mendidik anak kita, intervensi Allah Taala akan sangat terasa. Kita benar-benar dibimbing sehingga tidak salah dalam mengasuh. Kita benar-benar mendapatkan kunci sehat dan salihnya anak kita.

Jangan Sombongkan Anak

Jangan sampai kita membanggakan kesehatan, pertumbuhan, dan pendidikan anak kita kepada orang lain. Hendaknya kita merasa masih sangat kurang dalam melaksanakan kewajiban sebagai orang tua.

Istri Imran mencontohkan, walaupun beliau mempersembahkan seorang anak, bukan sekadar harta dalam zakat dan infak misalnya, tapi perasaannya tetap rendah hati. Tidak membanggakan pemberiannya itu. Terbukti dari doanya (فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ), “Karena itu terimalah itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Istri Imran memohon kepada Allah Taala agar menerima pemberiannya. Orang memohon seperti itu biasanya ketika memberikan sesuatu yang dirasanya tidak pantas diberikan. Saking tidak bernilainya. “Terimalah ini, walaupun tidak seberapa nilainya.” Oleh karena itu, janganlah pernah kita membanggakan anak kita kepada orang lain. Terutama kepada sesama orang tua yang sangat mungkin mempunyai anak yang tidak sehebat anak-anak kita. Kalaupun anak kita berprestasi, yakinilah itu semua adalah karunia dari Allah Taala, bukan karena kehebatan kita sebagai orang tua.

Anak Akan Tumbuh Sempurna

Setelah kita serahkan kepada Allah Taala dan tidak kita sombongkan, maka Allah Taala akan memberikan pertumbuhan yang sempurna pada anak-anak kita. fisik, akal dan ruhnya. (وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا) “dan menumbuhkannya (mendidiknya) dengan pertumbuhan (pendidikan) yang baik.”

Anak Akan Dijamin Kebutuhannya

Sebagai orang tua, kita mempunyai banyak sekali kekurangan. Padahal agar tumbuh berkembang dengan baik anak membutuhkan banyak hal. Ternyata ketika kita menyerahkan anak kita kepada Allah, Allah Taala akan menjamin seluruh kebutuhannya. (وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا) “dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya.” Bahkan dalam kasus istri Imran, Allah Taala sampai mengutus seorang nabi untuk memenuhi segala kebutuhan Maryam Kecil.

Anak Akan Mendapatkan Rezeki Tanpa Disangka-sangka

Seorang anak itu lemah, dan menyadari kelemahannya. Ketika mereka berada dalam bimbingan Allah, maka Allah Taala Maha Kuasa dan Maha Berkehendak memberikan apa saja yang mereka butuhkan. Walaupun mungkin cara Allah Taala memberikan hal itu di luar nalar manusia.

“Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” Demikian, kunci sehat dan salihnya anak kita yang bisa dipetik dalam beberapa ayat Al-Quran. Wallahu A’la wa A’lam. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda