PERISTIWA

Tidak Masuk Akal, Bagaimana Rasulullah dan Sahabat Lakukan Pekerjaan Besar Ini

Satu di antaranya adalah penggalian parit raksasa saat perang Ahzab.

mukjizat.co – Banyak hal luar biasa dilakukan Rasulullah saw. dan para sahabat, yang kadang sampai saat ini belum bisa dicerna oleh akal kita. Satu di antaranya adalah penggalian parit raksasa saat perang Ahzab. Perang ini dinamakan demikian karena kaum Yahudi Bani Nadhir yang telah diusir dari Madinah berhasil menghimpun kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan umat Islam di Madinah.

Jumlah pasukan yang sudah berhasil dihimpun adalah 10 ribu pasukan. Rasulullah saw. dan para sahabat berpikir bahwa jumlah ini bisa terus bertambah. Apalagi masih ada beberapa komunitas Yahudi di sekitar Madinah yang sangat mungkin akan berkhianat saat terjadinya perang. Sementara jumlah umat Islam di Madinah saat itu hanya 3 ribu orang.

Karena itulah, Rasulullah dari para sahabat berpikir realistis, dan berusaha untuk menghindari terjadinya pertempuran yang sangat tidak berimbang itu. Saat itulah seorang sahabat berasal dari Persia menyampaikan sebuah ide, “Wahai Rasulullah, di negeri Persia, kita sering membuat parit besar untuk melindungi diri ketika dikepung musuh.”

Rasulullah saw. dan para sahabat tertarik dengan ide ini. Walaupun berasal dari Persia. Sebuah ide yang sangat cerdas dan baru, tapi peperangan sudah hampir terjadi. Akhirnya mereka pun segera meninjau bagian mana yang cocok untuk digali menjadi parit. Seluruh keliling Madinah terlindungi oleh benteng alam berupa bukit-bukit tinggi. Pasukan musuh akan kesulitan memasuki daerah itu. Hanya ada satu, yaitu bagian utara yang sangat terbuka, dan mungkin akan dijadikan pintu masuk musuh saat menyerang Madinah.

Itulah bagian yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat parit besar. Mulailah proyek besar menggali parit itu. Banyak yang mengatakannya sebagai proyek yang hampir mustahil. Keberhasilan proyek ini sangat sulit masuk akal kita. Kedalaman parit ini mencapai 5 meter, luasnya juga mencapai 5 meter (bahkan ada yang mengatakan sampai 10 atau 12 meter), sedangkan panjangnya adalah 12 kilometer. Dengan ukuran ini, maka tanah atau pasir yang digali mencapai 300 ribu meter kubik.

Para ahli mengatakan, pekerja yang baik saat ini mungkin hanya bisa menggali 5 meter kubik sehari. Itu pun kalau galiannya adalah tanah yang lembut atau pasir. Sementara jumlah sahabat saat itu adalah 3 ribu orang, dan tidak mungkin semuanya terlibat dalam penggalian. Ada sahabat yang bertugas menjaga, sahabat yang diberi tugas lain, sahabat yang lanjut usia, sakit dan sebagainya. Kalau pun semuanya terlibat dalam kerja besar ini, menyelesaikan proyek besar ini hanya dalam waktu 2 pekan adalah hal yang bisa dikatakan mustahil.

Umpamanya seluruh sahabat bekerja menggali 16 jam sehari, dan galiannya adalah pasir, masih sangat sulit juga membayangkan keberhasilannya. Lalu tekstur tanah di Madinah adalah bebatuan cadas. Kalau proyek ini dilakukan sekarang, pasti dibutuhkan alat-alat berat untuk menyelesaikannya. Kalau mau diselesaikan dalam waktu 2 pekan, maka dibutuhkan minimalnya 200 traktor dan ribuan truk pembawa tanahnya.

Namun ternyata proyek besar ini dapat diselesaikan Rasulullah saw. dan para sahabat tepat pada waktunya. Pasukan sekutu pun terkaget-kaget dengan strategi baru ini. Mereka sama sekali tidak bisa mendekat apalagi masuk ke wilayah Madinah. Kuda-kuda mereka tidak bisa turun atau meloncati parit. Selain itu, parit itu juga dijaga oleh para sahabat. Setiap ada usaha penyeberangan, para sahabat akan menyerang mereka. Subhannallah. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda