BINGKAI

Kemenangan Trump, Kemenangan Abu Lahab Atas Pembawa Kayu Bakar

Kemenangan Trump, Kemenangan Abu Lahab Atas Pembawa Kayu Bakar. Terpilihnya presiden baru yang berasal dari partai yang berbeda dengan partai asal presiden sebelumnya diyakini tidak akan banyak mengubah arah politik Amerika Serikat. Karena selain presiden, masih ada pihak-pihak lain yang ikut serta menentukannya, seperti Gedung Putih, Kongres, dan Pentagon.

mukjizat.co – Masyarakat dunia memberikan perhatian yang besar pada pemilu Amerika Serikat yang berakhir Rabu (9/11/2016) kemarin. Pemilu terpanjang dan terburuk karena penuh dengan skandal, celaan, dan omongan jorok ini, berakhir dengan kemenangan kandidat Partai Republik, Donald Trump, mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Kemenangan menjadikannya presiden Amerika Serikat ke-45, menggantikan presiden Barack Obama.

Terpilihnya presiden baru yang berasal dari partai yang berbeda dengan partai asal presiden sebelumnya diyakini tidak akan banyak mengubah arah politik Amerika Serikat. Karena selain presiden, masih ada pihak-pihak lain yang ikut serta menentukannya, seperti Gedung Putih, Kongres, dan Pentagon. Ada juga pihak-pihak yang tidak tampak di permukaan seperti perusahaan-perusahaan raksasa, lobi Yahudi dan sebagainya.

Termasuk pengaruh yang akan dirasakan oleh umat Islam. Tidak akan banyak berubah. Bahkan tokoh ulama Timur Tengah mengomentari kemenangan Trump dengan sebuah permisalan, “Di Amerika hari ini, Abu Lahab berhasil mengalahkan wanita pembawa kayu bakar.” Abu Lahab adalah tokoh besar penentang dakwah Rasulullah saw. Sedangkan pembawa kayu bakar adalah istrinya yang juga sangat memusuhi Rasulullah saw.

Namun pemilu kali ini terasa berbeda karena pidato-pidato Trump mengingatkan kita pada para tokoh ekstrem dan rasis seperti Hitler dan Mussolini. Kemenangan orang yang demikian ektrem membuka mata kita bagaimana sebenarnya selera masyarakat luas Amerika.

Berbeda dengan Hillary yang lebih bisa membungkus rapi kebenciannya kepada umat Islam, Trump telah terang-terangan menyatakan permusuhannya kepada umat Islam. Bahkan dengan bahasa yang sangat vulgar dan kasar.

Misalnya Trump berjanji akan mengusir dua juta imigran hanya dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, menghalangi orang-orang Muslim ke wilayah Amerika, mengawasi masjid dengan ketat, membuat birokrasi keamanan yang keras terhadap penduduk Muslim dalam upaya yang disebut sebagai perang melawan terorisme, dan juga mengampanyekan penguasaan atas minyak di berbagai negara.

Semua ini seharusnya membuka mata para penguasa di dunia Islam bahwa mengandalkan Amerika dalam menyelesaikan berbagai krisis politik bukanlah pilihan yang tepat. Bahkan merupakan langkah yang sia-sia dan gila. Seperti yang disebutkan cendekiawan Muslim, Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi, “Kemenangan Trump adalah pukulan keras bagi pihak-pihak yang terus bergantung kepada Amerika seperti para penyembah berhala. Mereka seharusnya menyadari wajibnya berdiri sendiri dan keluar dari ilusi perlindungan Amerika.”

Sementara itu, jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, mengatakan, “Kemenangan Trump hendaknya memotivasi kita untuk menutup lembaran sejarah permusuhan yang sangat meletihkan kita. Kita harus bersatu karena sedang berada di depan orang yang menganggap kita semua adalah musuh.” (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.