PERISTIWA

Kisah: Diberi yang Halal Malah Maksa Ambil yang Haram

Kisah: Diberi yang Halal Maah Maksa Ambil yang Haram, halal dan haram, definisi sistem jaminan halal, halal dan haram dalam al-quran, ayat alquran tentang makanan halal dan haram, halal haram pacaran, halal haram yusuf qardhawi pdf, definisi halal
Kisah: Diberi yang Halal Maah Maksa Ambil yang Haram, halal dan haram, definisi sistem jaminan halal, halal dan haram dalam al-quran, ayat alquran tentang makanan halal dan haram, halal haram pacaran, halal haram yusuf qardhawi pdf, definisi halal

mukjizat.co – Rezeki semua makhluk sudah dijamin oleh Allah Taala. Jangankan manusia yang memiliki otak dan kemampuan. Makhluk lemah yang tidak kuasa menghasilkan dan mengumpulkan rezekinya sendiri pun mendapatkan rezeki yang dikirim Allah Taala.

Suatu hari, Ali bin Abi Talib ra. hendak melaksanakan shalat di masjid Kufah. Beliau datang dengan mengendarai untanya. Sesampainya di masjid, unta ditinggal dan dititipkan kepada seorang anak kecil di depan masjid. Ali ra. pun masuk dan melaksanakan shalat.

Seusai shalat, Ali ra. keluar masjid sembari menyiapkan uang satu Dinar yang akan diberikan kepada anak kecil yang menjaga untanya. Namun begitu sampai di luar, didapatinya anak kecil tersebut sudah pergi, meninggalkan unta tanpa tali kekangnya. Anak kecil itu sudah mencuri dan membawa lari tali kekang unta Ali ra.

Ali ra. ridha kepada Allah Taala dengan kejadian itu. Segera beliau meminta seseorang untuk membelikannya tali kekang yang baru di pasar. Diberinya orang itu uang satu Dinar. Tak lama berselang, orang itu sudah kembali lagi ke masjid dengan membawa tali kekang. Ali ra. pun heran, begitu cepatnya orang itu kembali.

“Aku membeli tali kekang ini seharga satu Dinar dari seorang anak kecil yang menjualnya,” demikian orang itu menjelaskan. Ali ra. pun segera berkata, “Ini tali kekang untaku yang dicuri anak kecil itu. Subhanallah, tadi aku ingin memberinya uang satu Dinar dengan cara yang halal. Tapi ternyata anak itu malah memaksa untuk mengambilnya dengan cara yang haram.”

Kejadian ini adalah bukti bahwa rezeki sudah dijamin Allah Taala. Semua sudah ada catatannya di Lauhul Mahfuzh. Hendaknya kita menjemput rezeki kita itu dengan cara yang baik. Hal ini membuktikan kebenaran hadits Rasulullah saw.:

“Sesungguhnya malaikat Jibril telah membisikkan dalam hatiku bahwa semua yang bernyawa tidak akan mati sebelum sempurna mengambil rezeki yang ditentukan untuknya. Maka ambillah rezeki kalian dengan cara yang baik.” [HR. Thabrani]. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda