Kematian Sudah Berproses Bahkan Saat Kita Sedang Kuat-kuatnya

0 komentar 194 kali dilihat

mukjizat.co – Bisa dikatakan bahwa semua orang takut mati. Banyak hal yang mereka lakukan untuk sekadar menunda kematian. Kematian pasti akan datang juga, lebih cepat dari yang kita duga. Karena proses kematian sudah dimulai dari sejak dini. Kematian sudah berproses bahkan saat kita sedang kuat-kuatnya

Sejak 1400 an tahun yang lalu, Al-Quran sudah menetapkan bahwa semakin berumur seseorang, maka kehidupan fisiknya semakin menurun. Hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah bahwa setiap sel dalam tubuh manusia sudah memulai proses kematiannya begitu dirinya terbentuk. Para ilmuan mengatakan bahwa sel apapun dalam tubuh manusia sejak diciptakan sudah mulai berjalan mengarah kematian. Tidak ada sel yang tetap hidup, karena sel didesign untuk mati.

Allah Taala berfirman, “Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” [Al-Qashash: 88].

Proses kematian sel berjalan dengan sangat teratur dan detail. Proses itu tidak mungkin bisa dihentikan. Di awal proses berjalan lamban, namun setelah melewati paruh pertama, proses akan berjalan cepat. Sel-sel itu mengalami gejala penuaan yang sangat jelas. Bentuknya seperti gerak piramida; menaik ke puncak lalu menurun dengan drastis. Sama seperti yang disebutkan dalam Al-Quran:

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” [Ar-Rum: 54].

Walaupun kematian sudah berproses bahkan saat kita sedang kuat-kuatnya, dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menemukan cara yang bisa memperpanjang umur, yaitu dengan menjaga makan secara ketat. Hal ini juga seperti yang dituntun dalam Al-Quran:

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf: 31].

Masa saat diutusnya Rasulullah saw. masih beredar keyakinan adanya orang-orang yang bisa hidup abadi. Hal itu bisa dilihat dari berbagai mitologi yang berkembang saat itu. Dalam suasana seperti itulah Al-Quran mengumumkan bahwa seluruh manusia akan mati, bahkan sudah berproses menuju kematian. Al-Quran melawan mainstream, bakan menantangnya:

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” [An-Nisaa’: 78].

Bagaimana mungkin Al-Quran bisa setegas dan seberani itu kalau bukan firman Allah Taala. Tuhan Pencipta manusia, yang mengetahui semua seluk-beluk penciptaan manusia. Kalau Al-Quran hanyalah rekaan Muhammad, niscaya tidak akan seberani itu dalam mengatakan bahwa kematian sudah berproses bahkan saat kita sedang kuat-kuatnya. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan Komentar Anda