Merasakan Kecilnya Manusia

0 komentar 122 kali dilihat

mukjizat.co – Seringkali Al-Quran menjadikan besarnya alam semesta untuk mempertanyakan sebab penolakan manusia untuk tunduk kepada Allah Taala. Alam semesta yang sangat besar saja tunduk, sementara manusia yang sangat kecil dibanding alam ciptaan-Nya enggan tunduk, menawar-nawar, bahkan menentang ajakan para nabi.

Langit dan bumi adalah istilah yang digunakan Al-Quran untuk menunjuk alam semesta. Al-Quran, “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya?” [An-nazi’at: 27]. Manusia sudah selayaknya tunduk kepada Allah Taala yang berkuasa penuh atas dirinya. Allah Taala berkuasa melakukan segala sesuatu pada manusia, karena memang ciptaan-Nya. Menciptakan dan membinasakan manusia sangat mudah, karena alam semesta yang jauh lebih besar saja merupakan ciptaan Allah Taala.

Firman Allah Taala yang lain, “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ghafir: 57]. Mereka tidak tahu karena terlalu bangga dengan kemampuan akal. Padahal akal tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Allah Taala. Mereka tertipu, bahkan akhirnya berani mendebat Penciptanya, “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” [Yasin: 77].

Sebenarnya ilmu pengetahuan, terutama astronomi, bisa menjadi petunjuk agar manusia kembali menyadari posisinya. Alam semesta terdiri dari galaksi. Jumlah galaksi di alam semesta mencapai sekitar 100 miliar galaksi.

Galaksi bervariasi ukurannya. Dari galaksi kecil yang bisa berisi 10.000.000 bintang, hingga galaksi besar yang berisi 100.000.000.000.000 (100 triliun) bintang.

Matahari adalah salah satu bintang yang berada di galaksi Bimasakti. Matahari menjadi pusat tata surya yang terdiri dari planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Sementara bulan adalah satelit yang mengelilingi matahari.

Panjang galaksi Bimasakti ini adalah 150.000 tahun cahaya, dan lebarnya 25.000 tahun cahaya. 1 tahun cahaya sama dengan 10.000.000.000.000 (10 triliun km).

Bintang paling dekat dengan galaksi Bimasakti adalah Polar Star yang jauhnya 4 tahun cahaya. Sejauh apa dia? 300.000 km (1 detik cahaya) x 60 (detik) x 60 (menit) x 24 (jam) x 365 (hari) x 4 (tahun). untuk menggambarkan jauhnya, seandainya kita menggunakan kendaraan mobil berkecepatan 100 km/jam, kita baru sampai ke sana dalam waktu 50.000.000 tahun.

Sangat jauh ya? Padahal baru saja ditemukan sebuah bintang yang jauhnya 300.000.000.000.000 (300 triliun) tahun cahaya. 4 tahun cahaya memerlukan 50 juta tahun untuk mencapainya, bagaimana jika ingin mengunjungi bintang yang jauhnya 300 triliun tahun cahaya? (mohso/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda