Unta Buktikan Taurat Sudah Dipalsukan

0 komentar 345 kali dilihat

mukjizat.co – Sebuah tim ilmuwan melakukan penelitian pada tulang belulang unta. Ternyata hasilnya sesuai dengan Al-Quran dan bertentangan dengan Taurat. Hal ini bisa menambah lagi bukti kebenaran Al-Quran; berasal dari Allah Taala dan belum mengalami pemalsuan. Sementara Taurat sudah banyak dipalsukan oleh bangsa Bani Israel.

Dalam Taurat disebutkan secara detil bahwa alat transportasi yang digunakan di zaman Nabi Ya’qub adalah unta. Misalnya dalam Kitab Kejadian, disebutkan “Lalu Yakub berkemas-kemas untuk pulang kepada ayahnya di negeri Kanaan. Dinaikkannya istri-istri dan anak-anaknya ke atas unta, dan digiringnya semua kawanan kambing dombanya dan segala apa yang telah diperolehnya di Mesopotamia.” [31: 17].

Teks ini jelas-jelas menyebutkan bahwa alat transportasi zaman itu adalah unta. Sementara Al-Quran menyebutkan hal yang berbeda, yaitu Al-‘Ir dan Al-Ba’ir yang bermakna keledai. Misalnya, “Tatkala Al-‘Ir (kafilah dengan mengendarai keledai) itu telah keluar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”. [Yusuf: 94].

Hal itu dijelaskan juga oleh seorang ulama Tabi’i (generasi kedua), Imam Mujahid, dalam menafsirkan ayat “Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: “Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri.” [Yusuf: 70]. Beliau mengatakan, “Kafilah mereka menggunakan keledai.

Sementara kata Al-Ba’ir disebutkan dalam ayat, “Penyeru-penyeru itu berkata: “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban Al-Ba’ir, dan aku menjamin terhadapnya.” [Yusuf: 72].

Dalam bahasa Arab, kata Al-Ba’ir terbuka untuk tiga macam binatang, yaitu unta, keledai dan bagal (peranakan silang antara kuda betina dan keledai jantan). Kenapa Al-Quran tidak langsung saja menyebutkan unta? Kenapa menggunakan kata yang bisa bermakna lebih dari satu? Rahasia itulah yang terungkap dalam penelitian tentang unta ini.

Para ilmuwan melakukan penelitian pada tulan belulang unta yang sudah sangat tua yang terkubur di kawasan Timur Tengah. Hasilnya ternyata unta baru digunakan sebagai alat transportasi manusia pada tahun 930 SM. Yaitu setelah zaman Nabi Ya’qub. Sementara alat transportasi yang digunakan pada zaman beliau adalah keledai.

“Camels weren’t domesticated in the eastern Mediterranean until the 10th century B.C.—several centuries after the time they appear in the Bible.” Ini membuktikan bahwa ada beberapa bagian dalam Taurat yang baru ditulis beberapa abad setelah wafatnya Nabi Ya’qub as. sehingga bertentangan dengan sejarah zaman beliau. Atau bisa dikatakan bahwa Taurat sudah dipalsukan.

Bahkan kata unta dalam Taurat disebutkan sebanyak 47 kali. Settingnya pada zaman Nabi Ibrahim as., Nabi Ya’qub as., dan Nabi Yusuf as. Padahal penelitian dengan menggunakan Radiocarbon pada sisa belulang unta di Palestina menunjukkan zaman 900-930 SM sebagai awal digunakannya sebagai alat transportasi.

Pada belulang itu ditemukan bekas-bekas keletihan, luka dan retak. Bekas ini menunjukkan bahwa binatang itu sudah mulai digunakan untuk alat transprotasi dan angkut barang. Sementara sisa belulang yang berumur lebih tua dari itu tidak memiliki bekas-bekas seperti itu. Ini menunjukkan unta masih menjadi binatang liar dan belum dijinakkan manusia.

Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa alat transportasi yang digunakan di zaman Nabi Ya’qub as. adalah keledai. Sesuai dengan yang disebutkan dalam Al-Quran, yaitu kata Al-‘Ir dan Al-Ba’ir. Sementara isi Taurat bertentangan dengan hal ini, yang menunjukkan bahwa kitab ini sudah dipalsukan. Padahal para ilmuwan yang melakukan penelitian ini adalah orang-orang Yahudi. Mereka pun menerima kenyataan bahwa kitab mereka telah dipalsukan. (moso/mukjizat.com)

Tinggalkan Komentar Anda