Ummu Kultsum dan Ratu Romawi

0 komentar 38 kali dilihat

mukjizat.co – Ath-Thabariy menceritakan dalam buku sejarahnya,  bahwa Ummu Kultsum binti Ali ra pernah mengirimkan hadiah kepada ratu Romawi. Hadiah itu berupa minyak wangi, gelas-gelas, dan tempat menyimpan pernak-pernik wanita. Hadiah itu beliau kirimkan lewat seorang utusan, seperti tukang pos pada zaman ini.

Hadiah itu pun sampai kepada ratu Romawi. Begitu diambil, beliau langsung mengumpulkan wanita-wanita kalangan istana, dan mengatakan kepada mereka, “Ini hadiah dari raja Arab dan puterinya.” Kemudian beliau membalas hadiah itu dengan menulis sebuah surat dan balik mengirimkan juga sebuah hadiah berupa seuntai kalung yang sangat indah dan mahal.

Ketika hadiah dari ratu Romawi sampai, Umar bin Khattab ra memerintahkan untuk menahan hadiah itu sementara waktu. Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat. Setelah mereka berkumpul, lalu melaksanakan shalat dua rakaat, beliau berkata, “Segala sesuatu yang terlaksana tanpa melalui syura denganku pasti tidak akan baik. Aku ingin mendengar pendapat kalian semua tentang hadiah yang dikirimkan Ummu Kultsum kepada ratu Romawi, hingga kemudian ratu Romawi juga mengirimkan hadiah kepada Ummu Kultsum.”

Sebagian hadirin ada yang berpendapat, “Kalung itu menjadi milik Ummu Kultsum, seperti halnya ratu Romawi yang menjadi pemilik hadiah-hadiah dari Ummu Kultsum. Karena ratu Romawi itu bukan apa-apa hingga harus menjilat kita. Dia juga tidak berada dalam kekuasaanmu sehingga harus takut kepadamu.”

Ada juga yang berpendapat, “Kita biasa menghadiah baju untuk mendapatkan imbalan baju, atau mengirimkannya untuk dijual, dan kita mendapatkan nilainya.”

Namun pendapat Umar bin Khattab berbeda dengan mereka semua, “Akan tetapi, utusan itu adalah utusan resmi umat Islam. Dan pengantar hadiah juga pengantar resmi umat Islam.”

Akhirnya, Umar bin Khattab memutuskan untuk menyimpan hadiah dari ratu Romawi itu di Baitul Mal. Dan Ummu Kultsum mendapat ganti rugi senilai uang yang telah dikeluarkannya.

Umar bin Khattab ra bukanlah jenis suami yang memanjakan isterinya. Tapi seorang yang bisa mendidiknya, juga mendidik umat Islam yang lain. Beliau adalah guru yang bisa menemukan nilai baik seorang manusia dan menumbuh-kembangkannya. Sehingga menusia bisa menemukan dan memelihara titik kekuatannya.

Sikap beliau di atas tentu meninggalkan kesan yang sangat mendalam di hati isterinya dan juga umat Islam. Kesan itu berupa kepercayaan yang begitu besar akan kejujuran dan kebersihan Umar bin Khattab ra. Kesan yang mengingatkan bahwa bagaimanapun Ummu Kultsum adalah isteri seorang khalifah, tapi beliau tetaplah puteri Ali bin Abi Thalib ra. Dan walaupun Umar ra adalah khalifah yang berkuasa, tapi beliau tetaplah seorang Umar ra yang sangat adil, jujur, dan pemberani. Dan akhirnya, Allah SWT lah yang memberikan mereka taufiq dan hidayah sehingga mereka berdua dapat melakukan hal itu. (moso/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda