Tak Senangkah Kita Dirindukan Oleh Ayat Alquran?

0 komentar 182 kali dilihat

mukjizat.co – Seorang penghafal Alquran, Ustaz Deden Makhyaruddin berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz hanya dalam waktu 19 hari untuk setoran, dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal. Suatu hari, seorang ibu yang ingin memondokkan anaknya, menelepon beliau, “Ustaz, menghafal Alquran di tempat Antum, berapa lama untuk bisa khatam?”

“Seumur hidup,” jawab Ustaz Deden dengan santai. Meski bingung, ibu itu tanya lagi, “Targetnya, Ustaz?” “Targetnya husnul khatimah, mati dalam keadaan punya hafalan,” jawab Ustaz Deden. “Mmm.. kalo pencapaiannya ustadz?” Ibu itu terus bertanya tak putus asa. “Pencapaiannya adalah dekat dengan Allah,” kata Ustaz Deden.

Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip Ustaz Deden “Cepat hafal itu datangnya dari ALLAH,  sedangkan ingin cepat hafal, bisa jadi, datangnya dari hawa nafsu dan setan.” Yuk kita pelajari 8 prinsip dari Ustaz Deden yang cukup unik dan menguji kesungguhan dan kemurnian niat kita dalam menghafal kalamullah.

Menghafal, Tidak Harus Hafal

Allah Taala memberi kemampuan menghafal dan mengingat berbeda-beda pada masing-masing orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiraat, guru Imam Hafs (orang yang menjadi dasar rujukan bacaan kita semua di kebanyakan Indonesia), yaitu Imam Asim, membutuhkan waktu 20 tahun menghafal Alquran.

Target menghafal kita bukanlah sampai pada ujung ayat, tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi), yang sudah kita alokasikan, hanya untuk menghafal. Bukan untuk aktivitas yang lain.

Jangan Buru-buru, Tapi Juga Bukan Untuk Ditunda-tunda

Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 misalnya, adalah waktu khusus untuk menghafal, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak menjadi masalah. Jangan ngoyo dan buru-buru pindah ke ayat berikutnya jika ayat sebelumnya belum benar-benar kita hafal.

Nikmati saja saat-saat itu. Itulah saat-saat kita berakraban dengan Allah Taala. Hanya 1 jam saja. Padahal untuk urusan duniawi kita bisa betah hingga 8 jam betah. Padahal 1 huruf dibalas 10 pahala bukan? Jadi, usah buru-buru. Tapi ingat, bukan untuk ditunda. Habiskan durasinya pas, 1 jam, hanya untuk menghafal.

Menghafal Bukan Untuk Khatam, Tapi Untuk Setia Bersama Alquran

Kondisi hati yang tepat dalam menghafal adalah hati yang bersyukur, bukan bersabar. Tapi kita sering mendengar nasihat “Menghafal memang butuh kesabaran”. Sebenarnya tidak salah, hanya kurang pas. Karena nasihat itu memberikan kesan bahwa ayat-ayat itu bagaikan sekarung batu di punggung kita yang ingin cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).

Bukankah di awal surat Thaha Allah Taala berfirman bahwa Alquran diturunkan bukan sebagai beban? Jadi untuk apa khatam hafalan jika tidak pernah diulang? Masihkah kita dianggap setia bersama Alquran?

Senang Dirindukan Ayat Alquran

Ada ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga lekat dalam memori. Sebenarnya ayat sedang merasa kangen dengan kita, ingin berlama-lama dengan kita. Kenapa tidak kita bisikan kepada ayat tersebut, “I miss you too…”

Menghafal Sesuap-sesuap

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membacanya berulang-ulang, karena Alquran adalah makanan hati kita semua. Besarnya suapan pun harus sesuai dengan volume mulut kita agar makan terasa nikmat.

Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang-ulang. Jika terlalu pendek, maka lanjutkanlah sampai “’anin nabail adzim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing kita.

Fokus pada Perbedaan, Abaikan Persamaan

“Fa bi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

Utamakan Durasi

Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada durasi, bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita kepada Allah. Syukur-syukur bisa lebih dari 1 jam. Karena 1 jam itu tidak sampai 5% dari total waktu kita dalam sehari.

Pastikan Ayatnya Bertajwid

Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang terlanjur kita hafal akan sulit dirubah dan diperbaiki di kemudian hari. Jangan dibiasakan otodidak untuk Alquran. Dalam hal apa pun yang berkaitan dengan Alquran; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Alquran.

Semoga bermanfaat dan menjadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan letih  dalam menghafal. Ini adalah salah satu metode saja. Bagi penghafal pemula, jangan lama-lama berkutat dalam mencari-cati metode menghafal yang cocok dan pas. Saat ini banyak buku maupun modul tentang menghafal Alquran dengan beragam judulnya yg marketable. Percayalah, satu metode itu cocok untuk satu orang, dan belum tentu demikian dengan yang lain. (khairukum/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda