Inilah yang Diajarkan Firaun kepada Kita

0 komentar 374 kali dilihat

mukjizat.co – Seorang syaikh berkunjung ke Mesir untuk melihat peninggalan sejarah Mesir Kuno. Beberapa piramid raksasa di Giza membuatnya sangat kagum dengan kehebatan bangsa-bangsa terdahulu.

Saat mengunjungi museum, kekagumannya bertambah karena betapa kaya dan majunya peradaban manusia saat itu. Tapi ketika masuk ke ruangan mumi di lantai atas, syaikh itu terdiam melihat jasad firaun berusia ribuan tahun terbujur kaku.

Syaikh itu pun duduk terdiam. Terjadi sebuah dialog dalam hati syaikh itu dengan manusia paling besar dalam sejarah yang berani melawan Penciptanya. “Aku belajar banyak hal darimu, wahai Fir’aun.”

“Aku belajar darimu bahwa kekuasaan Allah Taala pasti terjadi. Kau telah bunuhi ribuan anak bayi untuk menghalangi datangnya Musa. Namun ketika datang, engkau sendirinya yang merawatnya di istanamu.”

“Aku belajar darimu bahwa hati manusia berada di tangan Allah Taala. Ketika engkau rampas kasih sayang seorang ibu dari Musa, Allah Taala melembutkan hati istrimu untuk menyayanginya. Dia menjadi ibu keduanya.”

“Aku belajar darimu bahwa manusia tidak bisa merusak hati seseorang. Di istana kau berkata bahwa dirimu adalah tuhan yang paling tinggi. Hanya beberapa meter di sebelahmu, tepatnya di kamar, istrinya bermunajat, Ya Allah Engkaulah tuhanku.”

“Aku belajar darimu bahwa rumah tangga penuh dengan rahasia. Seorang suami dan istri yang hidup di bawah satu atap bisa hidup dengan saling tidak tahu isi hatinya. Engkau tidak tahu isi hati istrimu, karena yang mengetahuinya hanyalah Sang Pemilik Hati, bukan pemilik rumah.”

“Aku belajar darimu bahwa iman seorang Mukmin sangatlah kuat. Pasukan besarmu tidak mampu mengubah iman salah seorang keluargamu. Siksaan yang sadis tidak bisa membuat takut para tukang sihir yang telah mengenal Tuhan mereka. Si wanita tukang sisir juga tidak gentar dengan minyak yang bergolak panas.”

“Aku belajar darimu bahwa para budaklah yang menciptakan sendiri tukang pukul yang menyiksa mereka. bahwa engkau tidak mungkin menginjak punggung mereka seandainya mereka tidak merendah diri mereka sendiri.”

“Aku belajar darimu bahwa sangat mudah bagi Allah Taala menolong hamba-Nya dan membinasakan musuh-Nya. Menolong hamba-Nya dengan tongkat lusuh seorang penggembala. Membinasakan musuh di tengah pasukannya sendiri yang sangat kuat.”

“Aku belajar darimu bahwa hukum alam hanya berlaku untuk manusia, bukan untuk tuhan mereka. Sungai yang harusnya menenggelamkan seorang bayi tak berdaya ternyata menjadi tukang pos. Lautan yang harusnya diseberangi dengan perhau besar diseberangi bani Israel dengan berjalan kaki.”

“Aku belajar darimu bahwa semua yang di alam semesta adalah tentara Allah Taala. Dialah yang berkuasa memilih pasukannya. Ketika engkau mengerahkan pasukan besarmu, mudah bagi-Nya mengerahkan pasukan serupa. Dia membinasakanmu bahkan dengan air, bahan penciptaan segala makhluk hidup ciptaan-Nya.”

Allah Taala berfirman, “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [Yunus: 92]. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda