(Video) Penting, Ini Dia Tingkatan Marah Menurut Imam Al-Ghazali

0 komentar 237 kali dilihat
www.mukjizat.co Kalau Mau Sehat, Jangan Marah-marah Terus

mukjizat.co – Marah adalah lawan kata dari ridha. Kondisi saat darah di jantung bergejolak lebih kuat, dan ada keinginan untuk menuntaskan apa yang ada di hatinya. Bergejolaknya darah karena keinginan untuk membalas.

Ternyata marah dalam diri manusia bisa diklasifikasikan tingkatannya. Menurut Imam Al-Ghazali, marah ada tiga tingkatan:

Kurang. Yaitu saat seseorang tidak memiliki rasa marah, atau rasa marahnya sangat lemah. Orang yang demikian bisa dianggap sangat buruk. Imam As-Syafi’i mengatakan, “Orang yang dipancing marah tapi tidak bisa marah adalah keledai.” Efeknya sangat buruk. Orang seperti ini akan kehilangan harga diri. Apalagi yang seharusnya membuat dia marah adalah istri dan keluarganya yang dinistakan.

Berlebih. Yaitu saat rasa marah sudah keluar dari batasnya sehingga membuat seseorang tidak bisa lagi bertimbang dengan akal dan agamanya. Orang yang marah secara berlebih akan kehilangan mata hati, pemikiran dan pilihan. Dia seakan selalu dipaksa marah.

Sedang. Inilah marah yang baik. Yaitu marah yang menunggu perintah akal dan agama. Orang seperti ini akan marah ketika harus marah, dan akan reda ketika harus berhenti marah. Menjaga emosi dalam batasan inilah yang disebut istiqamah, seperti yang diperintahkan Allah Taala.

Islam sangat membenci marah yang berlebihan. Dalam sebuah hadits diceritakan, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah meminta wasiat. Rasulullah saw. berkata, “Janganlah kau marah.” Beliau mengulang-ulang wasiatnya itu berkali-kali.” [HR. Bukhari].

Rasulullah saw. juga bersabda, “Sesungguhnya marah berasal dari setan. Sementara setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Maka jika kalian marah, berwudhulah.” [HR. Abu Daud]. (sof1/mukjizat.co)


Tinggalkan Komentar Anda