Berpenampilan Rapi Juga Sunah Nabi Lho

0 komentar 237 kali dilihat

mukjizat.co – Allah Taala telah menanamkan fitrah dalam setiap jiwa manusia. Fitrah itu akan tetap ada dan tidak bisa diubah. Allah Taala berfirman, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum: 30].

Di antara fitrah itu adalah setiap orang senang dengan sesuatu yang indah. Adanya sesuatu yang indah akan menghadirkan perasaan tenang dan bahagia di mana dia berada. Keindahan ini juga mencakup penampilan diri manusia, baik pakaiannya maupun kebersihan badannya. Oleh karena itu, sunnah Rasulullah saw. mendorong seorang Muslim untuk memperindah dirinya dan penampilannya.

Rasulullah saw. menyebutkan, indahnya penampilan seorang Muslim adalah salah satu hal yang dicintai Allah Taala. Beliau bersabda, “Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sangat kecil.” Salah seorang sahabat berkata, “Ada orang yang senang pakaian dan alas kakinya bagus.” Rasulullah saw. menjawab, “Sesungguhnya Allah Taala indah, dan mencintai keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan menghina orang lain.” [HR. Muslim].

Hadits ini menyebutkan secara harfiah bahwa Allah Taala mencintai keindahan. Keindahan yang disebutkan di dalamn hadits ini adalah pakaian dan alas kaki yang bagus. Ternyata kedua hal itu juga dicintai Allah Taala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. juga senang berpakaian baik. Dalam sebuah hadits, Al-Barra bin ‘Azib ra. bercerita, “Rasulullah saw. berperawakan sedang. Aku pernah melihatnya mengenakan pakaian berwarna merah. Belum pernah aku melihat pakaian seindah itu.” [HR. Bukhari].

Rasulullah saw. tidak suka melihat seorang Muslim mengenakan pakaian yang kotor. Jabir bin Abdullah ra. bercerita, “Suatu kali Rasulullah saw. datang kepada kami. Beliau melihat adalah orang yang rambutnya kusut masai. Maka beliau berkata, “Tidak bisakah orang ini mencari sesuatu yang bisa merapikan rambutnya?” Kemudian beliau orang lain mengenakan pakaian yang kotor. Beliau pun berkata, “Tidak bisakah orang ini mencari air untuk mencuci pakaiannya?” [HR. Abu Daud].

Karena itulah, jika kita ingin mengikuti sunnah Nabi saw., hendaknya memilih-milih pakaian, alas kaki, dan lainnya yang bisa membuat penampilan kita menarik. Karena hal itu juga termasuk sunnah. Tapi tidak mengenakan hal yang diharamkan, seperti mengenakan pakaian dari sutera bagi laki-laki, atau pakaian laki-laki yang menyerupai pakaian wanita, atau sebaliknya. Hendaknya kita meyakini, ketika kita keluar rumah dengan penampilan yang baik dan menarik, hal itu adalah amal kebaikan yang akan diganjar dengan pahala. Bagaimana mungkin tidak diganjar pahala oleh Allah Taala, karena Dia saja senang? (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda