(Video) Eksperimen Sosial: Sebenarnya Apa yang Membuat Kita Menghargai Seseorang?

0 komentar 230 kali dilihat

mukjizat.co – Apakah kita sudah jujur dalam menghargai seseorang? Apakah orang yang kita hargai memang pantas mendapatkannya? Apakah semua orang yang pantas kita hargai sudah kita beri penghargaan selayaknya?

Dalam sebuah video unggahan Washington Post, 10 April 2007 yang silam, seorang pemain biola mengamen di sebuah stasiun kereta api di Washington. Dia memainkan musik klasik karangan komposer legendari Johann Sebastian Bach selama 45 menit. Karena jam padat, ada sekitar 1100 orang lalu-lalang di depannya.

Faktanya, hanya ada orang yang menyempatkan diri dan berhenti untuk mendengarkannya; hanya ada 20 orang yang memberinya uang; dan uang yang terkumpul hanya mencapai 32 Dollar. Ketika pertunjukan diakhiri pun tidak ada tepuk tangan, ucapan terima kasih atau memberinya sekadar perhatian.

Padahal tahukah kamu siapa yang memainkan biola itu? Ternyata tidak ada yang tahu, pemain biola itu adalah Joshua Bell, salah seorang pemain biola superstar asal Amerika yang paling terkenal sejagat. Tidak ada yang tahu, biola yang digunakannya berharga USD 3.5 juta (IDR 47 miliar). Padahal untuk menghadiri konser Bell, harga menengah tiketnya bisa mencapai USD 100.

Eksperimen yang diselenggarakan Washington Post ini menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak bisa jujur dalam menilai seseorang dan memberinya penghargaan selayaknya. Nama besar, gemerlapnya panggung, pemberitaan dan sebagainya seringkali yang menjadikan seniman biasa menjadi seakan luar biasa.

Hal ini juga membuktikan bahwa kebanyakan orang terpengaruh dengan faktor-faktor yang tidak esensial dalam menghargai orang lain. Dalam Islam, di antara esensi yang membuat seseorang layak dihormati dan dihargai adalah kemuliaan akhlaknya, ketinggian ilmunya, dan tentu ketakwaannya. Bukan harta, kedudukan, ras, dan sebagainya.

Allah Taala berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [Al-Hujurat: 13].

Rasulullah saw. juga bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tuhan kalian satu, kakek kalian jua satu. Orang Arab tidak lebih mulia dari orang non-Arab; orang non-Arab tidak lebih mulia dari orang Arab; orang berkulit putih tidak lebih mulia dari orang berkulit hitam; dan orang berkulit hitam tidak lebih mulia dari orang berkulit putih. Yang membuat mulia adalah takwa.” [HR. Baihaqi]. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda