Apakah Ini Muslim Paling Cerdas di Dunia?

0 komentar 542 kali dilihat

mukjizat.co – Ulama ini memang terkenal dalam berdebat. Allah Taala telah memberinya kemampuan membungkam lawan debatnya dengan argumentasi yang membuat lawan debatnya langsung terdiam. Tak heran ulama ini berjuluk Al-Imam.

Suatu kali dia berdebat dengan seorang pendeta. Pendeta mengatakan, “Kalian, orang-orang Muslim, adalah orang yang rasis.” Al-Imam menjawab, “Kenapa demikian?” “Kalian membolehkan laki-laki kalian menikahi wanita Kitabiyah (Yahudi dan Nasrani). Sedangkan wanita Muslimah tidak kalian nikahkan dengan laki-laki Yahudi dan Nasrani.”

Seperti diketahui hukum asal menikahi wanita Yahudi dan Nasrani adalah boleh. Walaupun kemudian banyak ijtihad yang mengharamkannya.

Al-Imam menjawab, “Kami beriman dengan Nabi Musa as., maka kami boleh menikahi wanita Yahudi. Kami juga beriman dengan Nabi Isa as., maka kami boleh menikahi wanita Kristen. Kalau kalian mau beriman dengan Nabi Muhammad saw., pasti kalian kami bolehkan menikahi wanita-wanita Muslimah.”

Pada tahun 371 Hijriah, Al-Imam ini diutus oleh raja Irak untuk berdebat dengan orang-orang Kristen di Konstantinopel. Penguasa Romawi mendengar tentang kedatangannya. Maka disiapkannya sebuah jebakan. Pintu masuk ruangan raja dibuatnya sangat rendah sehingga Al-Imam seakan dipaksa untuk tunduk menghadap raja. Nantinya dia pun akan terlihat hina.

Namun begitu datang, Al-Imam sudah mencium rencana busuk itu. Begitu sampai ke pintu, dia berbalik membelakangi raja, dan berjalan mundur. Sehingga tidak terlihat tunduk kepada raja, bahkan memperlihatkan bagian belakang tubuhnya seperti sebuah penghinaan.

Saat itulah raja mengakui kecerdasan Al-Imam. Lalu masuklah Al-Imam, dan tidak mengucapkan salam karena dilarang oleh Rasulullah saw., malah bertanya kepada para pendeta di sekeliling raja, “Apa kabar kalian? Apa kabar istri dan anak-anak kalian?” Mendengar hal itu, raja pun marah, “Bukankah kau tahu, para pendeta tidak menikah, jadi tidak punya anak?”

Al-Imam pun menjawab, “Allahu Akbar. Kenapa kalian sucikan pendeta kalian dengan tidak menikah dan memiliki anak. Tapi kalian katakan Allah menikahi Maryam, dan mempunyai anak Nabi Isa as?”

Raja kian marah, lalu mengajukan pertanyaan, “Apakah nabi kalian berperang?” “Iya,” jawab Al-Imam. “Apakah dia menang?” “Iya.” Apakah dia kalah?” “Iya.”

Raja pun berkesimpulan, “Kalau dia kalah dalam perang, bagaimana mungkin dia itu seorang nabi? Ini sungguh aneh.” Al-Imam menjawab, “Bagaimana mungkin Isa as. itu tuhan, kalau dia itu disalib?” Terdiamlah sang raja.

Al-Imam tadi adalah Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin At-Thayyib bin Muhammad bin Ja’far bin Qasim Al-Basri Al-Baghdadi Al-Baqilani, yang lebih sering disebut sebagai Al-Imam Al-Baqilani. Seorang ulama kalam terkemuka dalam sejarah Islam, dan mempunyai banyak karya ilmiah. Menjadi legenda dalam kecerdasan dan pemahaman yang cepat. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda