(Video) Wanita Barat Ini Masuk Islam Justru Ketika Bertemu Muslimah Miskin

0 komentar 604 kali dilihat

mukjizat.co – Ridha adalah salah satu konsekwensi ima kita dengan takdir dari Allah Taala. Selagi masih dalam keadaan taat kepada Allah Taala, segala kesulitan yang kita alami haruslah kita terima dengan hati yang lapang. Lain halnya dengan kesulitan yang timbul setelah kita berbuat dosa, harus kita sikapi dengan bertobat.

Iman dan keyakinan yang baik kepada Allah Taala seringkali membuat seorang Muslim melakukan hal-hal yang dianggap oleh orang lain sebagai hal yang sangat aneh dan mustahil dilakukan. Sehingga tidak jarang, hal itu menjadi sebab orang tertarik kepada Islam.

Dalam sebuah program televisi bertajuk “Traveler with the Quran”, salah satu tamunya adalah seorang Muslimah yang sangat kagum dengan Islam dalam para pemeluknya. Wanita berjilbab ini mengaku tertarik dengan Islam justru ketika melihat sebuah keluarga Muslim yang miskin.

Dalam video yang diangkat langsung oleh pemilik program The Traveler with Quran, Fahad Al-Kandari, 30 Juli 2013 yang silam, Muslimah itu bertutur, “Aku mendatangi undangan makan buka puasa. Ketika aku ketuk pintu rumahnya, seorang wanita menyambutku dengan wajah yang sangat ceria sambil mengucapkan salam.

Wajahnya bercahaya. Mata dan kulitnya seakan bersinar. Dia membuka pintu rumahnya, seperti sedang membuka pintu istana Taj Mahal. Kulihat dia merasakan bahwa rumahnya adalah tempat terindah di dunia. Tapi saat kumasuki rumahnya, apa yang kudapatkan? Tidak ada apa-apa. Hanya ruangan kosong. lantai, dinding dan atap. Di lantai ada sajian makanan buka puasa untuk sepuluh orang.

Apa makanan buka puasanya? Makanan yang dihidangkan hanya dengan tiga piring plastik berisi kacang, roti, dan salad. Ketika dia memintaku duduk untuk makan, aku menolak. Aku menahan diri untuk tidak makan. Tapi dia terus memaksa dan menambah makanan yang kumakan. “Kau adalah tamuku,” demikian katanya beralasan.

Dia terus memaksaku makan, dan menambah. Aku pun makan dengan perasaan marah. Marah kepada Islam. Marah kepada kitab Islam yang memerintahkan umat Islam untuk merasakan lapar selama 30 hari. Aku marah kepada Islam yang memaksa perempuan miskin ini untuk tidak minum. Padahal minuman kesehariannya pun air yang tidak bersih.

Lalu aku bertanya kepadanya, “Kenapa kau berpuasa di bulan Ramadhan ini?” Jawabannya sungguh menggetarkan hatinya, “Aku berpuasa agar teringat dan merasakan penderitaan orang-orang miskin.” Allahu Akbar, ibu ini tidak punya apapun di dunia. Tidak punya apapun dalam kehidupannya. Tapi berusaha keras merendahkan hatinya agar merasakan perasaan orang lain yang lebih menderita darinya.

Apa ini namanya? Wanita yang hanya mengetahui kesengsaraan ini dalam kehidupannya ingin bersyukur kepada tuhannya dengan cara melaparkan perutnya. Apakah dia malah mensyukuri perutnya yang lapar? Saat itu aku berfikir, kalau benar Islam seperti ini, aku ingin menjadi seorang Muslimah.” (sof1/mukjizat)

Tinggalkan Komentar Anda