Jangan Kaget, Orang yang Baru Masuk Islam Bisa Lebih Paham dari Kita

0 komentar 474 kali dilihat

mukjizat.co – Banyak dari kita yang sudah menjadi seorang Muslim dari sejak dilahirkan. Sebuah nikmat yang sangat besar ditakdirkan Allah Taala lahir dalam keluarga Muslim. Bila nikmat ini tidak dipelihara, akan lebih baik orang yang sempat tersesat dari jalan kebenaran lalu mendapatkan hidayah. Orang seperti ini bahkan lebih memahami Islam dan merasakan keagungannya daripada orang yang sudah Muslim sejak dilahirkan.

Dalam buku tentang taubat, Imam Ibnu Qudamah menulis sebuah kisah yang dialami oleh Abdul Wahid bin Zaid. “Kami berada di atas sebuah kapal laut saat angin kencang dan ombak besar datang. Kami pun terdampar di sebuah pulau terpencil. Di pulau itu kami dapati seorang laki-laki yang sedang menyembah patung. Kami katakan kepadanya bahwa patung itu bukan tuhan, karena di kapal juga ada seorang pemahat yang bisa membuat patung seperti itu.

Kemudian mengalirlah sebuah dialog. Orang itu bertanya, “Lalu kalian menyembah apa?” “Kami beribadah kepada Allah Taala,” jawab kami. Orang itu keheranan, “Apa itu Allah?” “Allah Taala adalah yang mempunyai ‘asry di langit, mempunyai kekuasaan di bumi, dan membuat ketentuan untuk seluruh orang yang masih hidup dan orang yang sudah mati,” terang kami.

Orang itu seperti terus ingin tahu, “Bagaimana kalian mengetahui Allah kalian?” “Allah Taala mengutus seorang rasul yang mulia. Dialah yang mengajari kami tentang Allah Taala,” jawab kami.

Orang itu kembali bertanya, “Apa yang rasul lakukan kepada kalian?” “Dia menyampaikan amanah dari Allah Taala; menjelaskan segala sesuatu yang penting bagi kami. Setelah itu, rasul pun meninggal dunia,” jawab kami.

“Lalu apakah beliau meninggalkan tanda yang menunjukkan beliau itu rasul Allah?” selidiknya. Kami menjawab, “Rasulullah saw. meninggalkan sebuah buku dari Allah Taala.” “Perlihatkan kami buku dari tuhan. Kami ingin tahu, buku dari tuhan tentulah indah,” mintanya.

Kami berikan sebuah mushaf Al-Quran, tapi dia menolaknya karena tidak bisa membaca. Maka kami bacakan salah satu surat. Ketika kami membaca, orang itu pun mulai menangis sambil mendengarkannya. Tangisnya kian menjadi di akhir bacaan kami.

Orang itu pun berkomentar pendek tapi sangat mendalam, “Sungguh pemilik bacaan ini tidak boleh didurhakai.”

Orang itu pun kemudian masuk Islam. Kami ajari syariat dan beberapa surat dalam Al-Quran. Kami pun mengajaknya berlayar. Dalam perjalanan, saat hari sudah gelap, kami pun mulai tidur. Tiba-tiba orang itu mengajukan pertanyaan aneh, “Hai orang-orang, apakah tuhan yang baru saja kalian tunjukkan kepadaku juga tidur di malam hari?”

Dengan cepat kami menjawab, “Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” Komentarnya, “Kalian sungguh keterlaluan. Bagaimana mungkin kalian tidur, sedangkan tuhan kalian tidak tidur? Maka dia pun tenggelam dalam ibadah qiyammullailnya. Dihidupkannya sepanjang malam.”

Setelah kami sampai ke kampung halaman, kukatakan kepada orang-orang, “Orang ini masih baru Islam, dan asing di kampung kita.” Maka kami kumpulkan uang untuk diberikan kepadanya, kami katakan, “Ini bantuan kami untuk keperluan-keperluanmu di sini.”

Apa komentarnya? “Laa Ilaaha illa Allah. Saat aku berada di pulau terpencil, menyembah patung, Allah Taala tidak pernah menelantarkanku. Apa kiranya Dia akan menelantarkanku saat aku sudah mengetahui dan beribadah kepada-Nya?”

Dia pun menolak pemberian kami. Dia memilih untuk mencari pekerjaan sendiri. Hidupnya diisi dengan amal kebaikan hingga meninggal dunia. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda