Mengimani dan Mencintai Nabi Isa as.

0 komentar 438 kali dilihat

mukjizat.co – Semua orang baru dikatakan beriman di antaranya jika mengimani seluruh nabi. Bukan hanya Nabi Muhammad saw. saja. Tapi juga seluruh nabi yang pernah diutus Allah Taala. Termasuk di dalamnya Nabi Isa as. Lalu bukannya Nabi Isa as. adalah nabinya orang-orang Nasrani? Lalu bagaimana mengimaninya?

Seorang Muslim harus beriman bahwa Nabi Isa as. adalah salah satu nabi teragung dan tinggi derajatnya. Bahkan beliau termasuk Ulul Azmi, yaitu para nabi yang menanggung beban dakwah lebih dari para nabi lainnya. Mereka adalah Muhammad saw., Ibrahim as., Nuh as., Musa as., Isa as. Semuanya disebutkan dalam ayat:

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” [Al-Ahzab: 7].

Seorang Muslim harus beriman bahwa Nabi Isa as. adalah manusia, keturunan Nabi Adam as. Tapi mendapat keutamaan dari Allah Taala dengan dipilih menjadi nabi yang diutus kepada Bani Israil. Beliau juga seperti nabi-nabi yang lain mendapatkan mukjizat untuk membuktikan kenabiannya. Beliau tidak mempunyai karakteristik ketuhanan sama sekali. Seperti yang difirmankan Allah Taala:

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel.” [Az-Zukhruf: 59].

Seorang Muslim meyakini bahwa Nabi Isa as. juga tidak pernah memerintahkan kaumnya untuk menjadikan diri dan ibunya sebagai tuhan. Tapi menyampaikan pesan sama persis dengan yang diperintahkan Allah Taala, “Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” [Al-Maidah: 117].

Seorang Muslim meyakini bahwa Isa as. adalah salah seorang rasul yang paling agung, tapi beliau bukan tuhan, dan tidak meninggal karena disalib.

Sementara Maryam, ibunda Isa as., adalah wanita shalihah, jujur, ahli ibadah, suci dari perbuatan zina, dan masih perawan. Beliaulah yang telah mengandung Nabi Isa as. tanpa perantara seorang ayah. Semua itu terjadi karena kekuasaan Allal Taala yang sebelumnya telah menciptakan Nabi Adam as. yang bahkan tanpa perantara seorang ayah dan ibu. Allah Taala berfirman:

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imran: 59].

Seorang Muslim meyakini bahwa Nabi Isa as. adalah nabi yang hidupnya persis sebelum Rasulullah saw., tanpa ada nabi lain di antara keduanya. Karena itulah Nabi Isa as. menyampaikan kabar gembira kepada kaumnya akan datangnya Rasulullah saw.

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [Ash-Shaf: 6].

Seorang Muslim meyakini seluruh mukjizat yang diberikan Allah Taala kepada Nabi Isa as. seperti menyembuhkan orang sakit kusta dan buta, menghidupkan orang mati, mengabarkan apa yang telah dimakan orang lain dan apa yang disimpan di rumah. Semua itu Allah Taala berikan kepadanya sebagai bukti kenabiannya.

Seorang Muslim meyakini bahwa Nabi Isa as. belum wafat, dan tidak disalib. Tapi beliau diangkat Allah Taala ke langit ketika orang-orang Yahudi ingin membunuhnya. Sementara orang yang disalib adalah orang yang Allah Taala jadikan mirip dengan Nabi Isa as.

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka.  Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”

“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” [An-Nisaa: 157-159].

Rasulullah saw. menyampaikan bahwa Nabi Isa as. akan kembali diturunkan ke bumi di akhir zaman bersamaan dengan keberadaan Dajjal. Beliaulah yang akan memimpin umat Islam memerangi Dajjal. Dajjal akan mati di tangannya. Nabi Isa as. akan berkuasa di dunia, melaksanakan syariat Nabi Muhammad saw., menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghilangkan jizyah. Lalu beliau akan meninggal dunia. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda