Masjid Ini Dulunya Gereja

0 komentar 369 kali dilihat

mukjizat.co – Seorang pakar pengajaran Bahasa Arab dari Universitas Islam Negeri Malang, Dr. Uril Bahruddin, menyempatkan membuat catatan harian dalam perjalanannya ke Eropa. Saat ini Mas Uril sibuk dengan kegiatan pengumpulan data penelitian kolaboratif di Universitas Leipzig, Jerman. Walaupun sudah berkali-kali melawat ke Eropa, Mas Uril sepertinya masih saja bisa menikmati petualangan untuk menemukan hal-hal baru yang unik.

Di sela kesibukannya, kali ini Mas Uril berjalan-jalan juga ke Belanda. Negara di Eropa yang pernah menjajah nusantara dalam kurun waktu yang cukup panjang. Saat berada di Belanda, Mas Uril melaksanakan shalat Jumat di masjid Al Hikmah, Den Haaq. Menurutnya, masjid ini asalnya adalah gereja, kemudian dibeli oleh bapak Probosutejo dan diwakafkan kepada umat Islam di Belanda untuk dijadikan sebagai masjid dan markas kegiatan keislaman di Belanda.

“Pemerintah Belanda pernah membuat kebijakan untuk menggabungkan jamaah suatu gereja yang sedikit dengan gereja yang lain, sementara gereja yang ditinggalkan diperbolehkan untuk dijual,” demikian ceritanya menjelaskan kenapa ada rumah ibadah yang bisa dijual.

Menurut penuturan imam masjid Al-Hikmah, terdapat tidak kurang dari 20 masjid di Belanda yang asalnya adalah gereja. Salah satunya adalah masjid Al Hikmah di Den Haaq ini. “Bahkan ada juga Sinagok (tempat ibadah Yahudi) yang sudah tidak laku lagi (tidak didatangi jamaahnya lagi), kemudian dijual dan sekarang menjadi masjid dengan nama masjis Al-Aqsha,” ungkapnya.

Dalam lawatan singkatnya di Belanda, Mas Uril juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Indonesia di Belanda. Pertemuan tak resmi itu sengaja digunakan untuk membincangkan berbagai persoalan dakwah Islam di Belanda. Ternyata Muslim Belanda masih sangat membutuhkan dukungan dari tanah air. Terutama di bulan Ramadhan.

Tidak hanya itu, pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok masyarakat juga subur di Belanda. Hal ini diantara sebabnya adalah karena jumlah masyarakat Indonesia yang ada di Belanda cukup banyak. Tidak kurang dari sepuluh persen dari penduduk Belanda yang jumlahnya 17 juta jiwa itu. Terima kasih, Mas Uril. Semoga selalu dimudahkan dalam semua aktivitasnya. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda