Karena Ibu Selalu Ajariku Ini (2)

0 komentar 377 kali dilihat

mukjizat.co – Di sebuah kelas taman kanak-kanak, guru meminta seluruh muridnya untuk menggambar pemandangan musim semi. Masing-masing anak pun menyiapkan buku gambar, pensil dan pensil pewarna mereka.

Mereka mulai menggambar. Musim semi identik dengan hawa yang sejuk, bunga-bunga bermekaran, burung dan kupu-kupu beterbangan di antara pepohonan. Semua itu ada di benak anak-anak ketika menggambar.

Beberapa saat kemudian, mulai ada anak yang selesai menggambarnya, diserahkannya hasil karyanya kepada guru. Guru pun selalu memberikan pujian sambil tersenyum setiap kali menilai hasil karya gambar anak didiknya.

Tiba giliran seorang anak menyerahkan hasil karyanya, guru kaget, karena anak itu tidak mengerjakan tugasnya sesuai yang diperintahkan. Guru memerintahkan semua murid menggambar pemandangan musim semi, semua murid memahami perintah, dan mengerjakannya dengan benar.

Lalu apa yang digambar anak itu? Ternyata dia malah menggambar mushaf Al-Quran. Iya, mushaf Al-Quran bukan pemandangan musim semi. Guru hampir marah karena merasa dipermainkan, tapi dia menahan diri, berusaha sabar, dan menanyakan anak ibu sebab dia menggambar mushaf Al-Quran.

Jawabannya di luar perkiraan guru, “Bu Guru memintaku menggambar pemandangan musim semi. Tapi kata ibuku, Al-Quran adalah musim semi hati kita. Maka dari itulah, aku menggambar mushaf Al-Quran. Karena aku ingin Al-Quran menjadi musim semi hatiku.”

Ternyata di rumah, anak itu mempunyai seorang ibu yang selalu mengajari anaknya untuk cinta Al-Quran, membacanya dan menghayatinya. Hasilnya, anak murid ini benar-benar menyimpan Al-Quran dalam hatinya.

Rasulullah saw. mengajari umat Islam sebuah doa (أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي) “Ya Allah, jadikanlah Al-Quran, musim semi hatiku, cahaya dadaku, hilangkan kesedihanku, dan perginya kegalauanku.” [HR. Ahmad]. Selamat Hari Ibu. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda