Bocah Aleppo yang Paling Dicari Al-Asad: Aku Sembunyikan Diri Agar Tidak Dikenal Saat Evakuasi

0 komentar 1907 kali dilihat

mukjizat.co – Kisah-kisah tragis masih tersimpan dalam memori bocah kecil Suriah, Bana Alabed (7 tahun), walaupun sudah sampai ke Turki dengan selamat. Bana bahkan disambut oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan mendapatkan perhatian khusus di Turki.

Bana berasal dari Aleppo yang selama beberapa pekan ini menjadi sorotan dunia. Tiga bulan lalu, Bana dan ibunya, Fathimah, membuat akun Twitter @AlabedBana. Mereka berdua kerap menuliskan bagaimana kondisi tempat tinggal mereka di distrik Alkatrjii; bagaimana penindasan dan penderitaan yang banyak dialami warganya. Akun twitter itu pun dibanjiri follower sebanyak 320 ribu. Anak ini kemudian dikenal dengan sebutan ‘ikon Aleppo’.

Melalui twitter inilah Fathimah dan Bana memohon menteri luar negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu, untuk membantu mengevakuasi mereka dari Aleppo yang terkepung itu. Menlu Turki ternyata sempat membaca tweet itu dan menjawab dengan berjanji akan mengeluarkan mereka ke wilayah yang aman.

Bana menceritakan bagaimana proses evakuasinya dari Aleppo, “Aku memakai kerudung untuk menyembunyikan diriku sehingga tidak dikenal oleh orang saat proses evakuasi dari Aleppo.” Rezim Bashar Al-Asad, seperti dikatakan ibu Bana, Fathimah, memang terus mencari-cari mereka, dan mengancam mereka agar tidak lagi mengupdate status di akun twitter mereka.

“Aku tinggal di Aleppo bagian utara. Seluruh gambar yang aku kusebar kuambil dari dalam rumah. Jadi semuanya benar dan asli. Rezim lalu menghancurkan rumah kami, dan terus mencari keberadaan kami. Mereka juga mengirim pesan-pesan berisi ancaman. Foto rumah kami yang telah hancur mereka kirimkan. Mereka meminta kami menghentikan update twitter,” demikian tutur Fathimah.

Saat proses evakuasi, warga Aleppo juga diperlakukan dengan tidak manusiawi, “Kami berada di kendaraan selama 19 jam. Tanpa makan dan minum. Sampai-sampai aku minta dikembalikan ke Aleppo. Karena memang ruhku telah kutinggalkan di Aleppo.”

Walaupun dalam kondisi perang, Islam sangat menganjurkan adab-adabnya. Di antaranya adalah tidak membunuh perempuan dan anak kecil. Karena perempuan dan anak kecil tidak mengangkat senjata. Sedangkan perang terjadi antara dua pihak yang sama-sama mengangkat senjata. Allah Taala berfirman, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Baqarah: 190].

Ketika berjalan melewati orang-orang kafir yang tewas dalam peperangan, Rasulullah saw. melihat mayat seorang wanita. Beliau marah dan mengatakan, “Orang seperti ini tidak seharusnya ikut berperang.”  Sehingga tidak seharusnya ikut mati terbunuh. Saat itu juga Rasulullah saw. mengingatkan pasukan untuk tidak melakukannya. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda