Ternyata Umat Islam Baru Akan Menang Ketika Membela Bangsa yang Lemah

0 komentar 471 kali dilihat

mukjizat.co – Banyak bangsa yang hidup dalam kondisi lemah, terzhalimi, ditindas, dan kehilangan haknya. Allah Taala sayang kepada mereka, dan menyediakan jalan untuk mereka keluar dari kondisi itu. Di antaranya dengan cara memerintahkan bangsa lain yang kuat untuk turun tangan membantu mereka. Bahkan Allah Taala menjadikan menolong mereka sebagai sebab kemenangan dan kemajuan bangsa lain yang bersimpati kepada mereka itu.

Kemenangan adalah pemberian dari Allah Taala. “Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imran: 126]. Allah Taala mensyaratkan beberapa hal hingga menurunkan kemenangan kepada yang dikehendaki-Nya. Di antara syarat itu adalah menolong bangsa atau kelompok lain yang lemah. Rasulullah saw. bersabda, “Carilah Aku (ridha-Ku) pada diri orang-orang fakir. Kalian dimenangkan hanya karena orang-orang lemah kalian.” [HR. Ahmad].

Banyak ulama hadits memahami bahwa salah satu faktor kemenangan sebuah bangsa adalah ketika memperhatikan dan menolong bangsa yang lemah. Menolong di sini mencakup segala macam yang bisa menopang kehidupan mereka. Kalau kita beriman dengan Rasulullah saw. dan sabdanya, sebenarnya mendapatkan kemenangan tidaklah sesulit yang dibayangkan. Karena orang-orang lemah banyak sekali saat ini. Di antaranya ratusan ribu rakyat Suriah, Irak, dan Rohingya yang menjadi korban kekejaman rezim-rezim penguasa diktator.

Kesengsaraan mereka yang bisa kita lihat setiap saat di media sosial hendaknya tidak hanya membuat kita sedih dan memberikan komentar. Tapi harus menjadi awal untuk mengingatkan umat Islam kepada tuntunan Rasulullah saw. dalam kondisi-kondisi seperti ini.

Mendukung dan membela orang-orang lemah akan membuat mereka berterima kasih, bersyukur, dan tentunya berdoa. Doa-doa itu akan mereka panjatkan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan karena mereka adalah orang-orang yang baru mendapat pertolongan dari Allah Taala. Hanya Allah Taala yang ada dalam hati mereka. Hal inilah faktor terbesar datangnya kemenangan.

Dalam sejarah Islam, kemenangan-kemenangan fenomenal banyak diraih oleh umat Islam. Hal ini tentulah karena mereka sangat memperhatikan faktor ini. “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. [An-Nisaa’: 75].

Bahkan dalam pasukan yang berbeda-beda kekuatan personilnya, pemimpin diperintahkan untuk menjadikan orang-orang yang lemah sebagai ukuran dalam hal lama perjalanan, waktu istirahat dan sebagainya. Orang yang kuat mengikuti orang yang lemah, jangan sampai orang yang lemah terseret-seret harus mengikuti yang kuat. Panglima Khalid bin Walid juga pernah ditegur Rasulullah saw. karena terkesan memaksa anggota pasukannya untuk sekuat dan seberani beliau dalam menghadapi pasukan musuh. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda