(Video) Apa Arti Kata-kata yang Diucapkan Penembak Dubes Rusia di Ankara?

0 komentar 1006 kali dilihat

mukjizat.co – Duta besar Rusia di Ankara, Turki, Andrei Karlov, tewas ditembak dalam sebuah kunjungan ke galeri seni pada Senin (19/12/2016) kemarin di ibukota Turki, Ankara. Oknum penembak yang diberitakan bernama Mevlut Mert Altintas sempat meneriakkan kata-kata setelah menyarangkan peluru pistolnya di tubuh Karlov.

Kata-kata itu adalah “Nahnu alladzina baya’u Muhammadan ‘alal Jihad. Allahu Akbar” (Kamilah orang-orang yang telah berjanji setia kepada Muhammad untuk berjihad. Allahu Akbar). Di antara perkataannya yang lain adalah “Jangan kau lupakan Aleppo. Jangan lupakan Suriah. Kalian tidak akan pernah merasakan aman selama para mujahid kita tidak aman”, “Semua orang yang terlibat dalam kezhaliman harus membayar harganya satu persatu”.

Perkataan “Nahnu alladzina baya’u Muhammadan ‘alal Jihad. Allahu Akbar” adalah potongan dari syair yang dinyanyikan kaum Anshar (penduduk asli Madinah) saat mereka menggali parit raksasa untuk menghadapi serangan pasukan Ahzab (koalisi suku-suku Arab dan Yahudi) yang akan menyerang kota Madinah. Peristiwa itu terjadi pada tahun 5 Hijiah (627 Masehi).

Orang-orang Anshar dikisahkan telah berjanji setia kepada Rasulullah saw. untuk membelanya dan membela dakwah yang dibawanya seperti membela anak istri mereka. Janji setia itu dikenal dengan nama Bai’atul Aqabah II yang terjadi di Mekah sebelum hijrah Rasulullah saw. ke Madinah, tepatnya pada tahun 622 Masehi. Dengan janji setia yang dilakukan oleh 72 orang Madinah (70 laki-laki dan 2 wanita) itu, Rasulullah saw. mendapatkan jaminan keamanan dan pembelaan untuk hijrah ke Madinah, dan menjadikan Madinah sebagai pusat dakwah Islam, yang pada perkembangannya menjadi ibukota negara Islam Rasulullah saw.

Sehingga bisa dikatakan bahwa syair kaum Anshar itu adalah usaha yang mereka lakukan untuk terus mengingat janji mereka dalam membela Rasulullah. Apalagi di saat-saat sulit, yang sangat memungkinkan mereka lupa dengan janji yang telah diucapkan.

Terlepas dari kritikan banyak ulama tentang hukum melakukan kekerasan apalagi membunuh seorang duta besar yang telah mendaptkan jaminan keamanan dari negara yang dituju, sejarah kata-kata itulah yang mungkin membuat Mevlut mengucapkannya saat menembak Karlov. Umat Islam dalam kondisi sulit; umat Islam di Suriah dalam kondisi diserang oleh pasukan Ahzab (koalisi banyak negara dengan banyak kepentingan). Apalagi yang membantai warga sipil di Aleppo beberapa pekan ini adalah gabungan dari rezim Bashar Al-Asad, Iran, dan juga Rusia. (sof1/mukjizat.co)


Tinggalkan Komentar Anda