Gadis-gadis Suriah Ini Mengkhianati Bangsanya Sendiri

0 komentar 1986 kali dilihat

mukjizat.co – Banyak sekali warga sipil yang menjadi korban serangan udara pasukan Rusia di Aleppo, Suriah, beberapa pekan ini. Pesawat-pesawat Rusia yang diundang rezim Bashar Al-Asad dengan leluasanya menghancurkan kota Aleppo dengan warga sipilnya yang terkepung berbulan-bulan di dalamnya.

Mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa pasukan Rusia bisa demikian bebas melakukan pembantaian warga sipil yang tak berdosa? Ternyata banyak juga elemen rakyat Suriah yang setuju dan memberkati aksi brutal Rusia yang juga terkenal kejam saat memerangi umat Islam di Chechnya ini.

Diberitakan bahwa komunitas warga Suriah yang berada di Moskow, kebanyakan mereka adalah gadis-gadis, sangat mengapresiasi kejahatan militer Rusia ini. Apresiasi ini mereka wujudkan dalam bentuk memberikan hadiah kepada para tentara Rusia yang berada di Suriah. Hadiah berupa kalender tahun 2017 yang berisi gambar-gambar gadis-gadis cantik Suriah yang berpose seakan memberikan ucapan-ucapan kepada para tentara.

Ucapan-ucapan yang tertulis dalam kalender itu menunjukkan sikap ketundukan dan penyerahan diri kepada Rusia. Sebuah sikap yang dinilai beberapa pihak sangat jauh dari sikap nasionalisme. Misalnya ada ucapan “Seandainya saja aku bisa melihatmu saat mengendarai pesawat MiG”, “Aku merasa tenang saat negaraku berada di bawah kekuasaanmu”, “Aku khawatir kita tidak akan bisa bertemu”, “Aku tawarkan padamu untuk tinggal bersamaku di Tartus”, “Masa depan kotaku Palmyra ada di tanganmu”  dan sebagainya.

Seperti dilansir stasiun televisi Russia Today (RT), kalender-kalender itu akan segera dikirim melalu pesawat logistik yang akan terbang ke Suriah dalam waktu dekat ini.

Dalam Al-Quran, umat Islam diajarkan untuk mempunyai jiwa nasionalisme yang kuat. Misalnya saling mendukung sesama Muslim, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.” [At-Taubah: 71].

Baik dalam satu negara maupun berlainan negara. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi.” [Al-Anfal: 72].

Bahkan umat Islam juga diperintahkan untuk mendukung keutuhan negara, tidak mendukung pihak luar yang mengancam negara. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.” [Al-Mumtahanah: 1].

Sehingga mendukung pihak luar yang membahayakan keutuhan negara adalah sebuah pengkhianatan. Bukan hanya diharamkan demi keutuhan negara, tapi juga diharamkan karena terkait masalah akidah dalam hal siapa yang harus dijadikan teman dan siapa yang harus dijadikan musuh. Demikianlah, Islam mengajarkan nasionalisme kepada para penganutnya, bahkan memasukkannya dalam masalah keimanan. Sehingga dalam sejarah terbukti bahwa umat Islamlah benteng terakhir nasionalisme yang menjaga keutuhan negara. (sof1/mukjizat.co)

Simak berita ini dalam bahasa Arab di sini.

Tinggalkan Komentar Anda