(Video) Di Tengah Kecaman Dunia, Diktator Ini Malah Banggakan Pembantaian di Aleppo

0 komentar 638 kali dilihat

mukjizat.co – Di tengah kecaman masyarakat dunia terhadap pembantaian ribuan warga sipil yang terjadi di Aleppo (Halb), presiden Suriah, Bashar Al-Asad, justru membanggakannya. Menurutnya, peristiwa Aleppo akan tercatat abadi dalam sejarah sebagai kemenangan dan pembebasan Aleppo.

Seperti dilansir Yeni Safak, Jumat (16/12/2016) kemarin, Al-Asad menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah video resmi istana kepresidenan Suriah di Damaskus. Dalam video yang kemudian dipublikasikan melalui fanspage istana itu, Al-Asad mengatakan:

“Sejarah telah menulis kelahiran Isa Al-Masih, hijrah Rasulullah saw., Perang Dunia I dan II, jatuhnya Uni Soviet, dan sekarang sejarah akan mencatat kemenangan Aleppo.”

Al-Asad menjelaskan, kelahiran Isa Al-Masih dan hijrah Rasulullah saw., telah menjadi tonggak sejarah. Hingga banyak orang mengatakan ‘Tahun Masehi dan Tahun Sebelum Masehi’, ‘Tahun Hijriah dan Tahun Sebelum Hijriah’. Demikian pula sekarang, akan ada era pasca kemenangan Aleppo dan era sebelum kemenangan Aleppo.

“Kemenangan pasukan Suriah di Aleppo akan mempengaruhi seluruh perkembangan politik dan militer. Tidak hanya di Suriah, tapi juga di seluruh Timur Tengah,” jelas Al-Asad dengan penuh keyakinan dan kebanggaan menyebut pembantaian sebagai sebuah kemenangan. Bahkan di akhir pembicaraannya, Al-Asad mengatakan, “Ucapan selamat tidak cukup. Karena saat ini Aleppo sedang menullis sejarahnya.”

Ungkapan Al-Asad ini mirip dengan yang diucapkan Firaun saat berusaha memerangi Nabi Musa as. karena Nabi Musa as. dirasa mengganggu kekuasaannya. “Dan berkata Firaun (kepada pembesar-pembesarnya), “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” [Ghafir: 26].

Firaunlah yang membuat kerusakan di Mesir dengan mengaku sebagai tuhan, membunuhi bayi Bani Israil, memperbudak bangsa yang beriman, dan sebagainya. Ketika merasa kekuasaannya terganggu dengan datangnya seorang penyelamat (Nabi Musa as.), fitnah kejam pun dilemparkan kepada beliau. Usaha pembunuhan beliau dikatakan sebagai upaya penyelamatan Mesir. Berbuat jahat tapi merasa dan mengaku sebaliknya. (sof1/mukjizat).

Tinggalkan Komentar Anda