Presiden Ini Bertekad Selamatkan Warga Aleppo: “Walaupun Hanya Satu Nyawa, Harus Kita Lindungi.”

0 komentar 4457 kali dilihat

mukjizat.co – Pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Asad bersama pasukan Iran dan Rusia terhadap rakyat Suriah di Aleppo benar-benar menyentak dunia. Banyak sekali warga sipil yang menjadi korbannya. Gambar-gambar menyayat hati tersebar viral di media sosial. Banyak orang merasa sedih, tapi tidak banyak yang bisa dilakukan selain berdoa.

Tidak dengan tokoh dunia Islam yang satu ini. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tidak hanya berdoa dan bersedih, tapi bergerak menyelamatkan nyawa umat Islam yang masih terjebak di Aleppo. Seperti diberitakan Turkey Post, Kamis (15/12/2016) kemarin, Erdogan mengatakan, “Gencatan senjata di Aleppo sudah dijalankan. Gencatan senjata ini adalah hasil upaya yang dilakukan dengan inisiatif Turki. Mungkin inilah yang menjadi harapan satu-satunya warga Aleppo saat ini. Kami berharap semua pihak mau mendukung dan memellihara upaya ini.”

Lebih lanjut Erdogan mengungkapkan alasannya melakukan upaya itu, “Turki adalah harapan bagi orang-orang yang terzhalimi. Turki tidak akan pernah meninggalkan rakyat Aleppo sendirian. Turki akan melakukan upaya semaksimalnya untuk bisa menyelamatkan rakyat Aleppo. Walaupun satu nyawa, harus kita selamatkan.”

Erdogan juga meminta seluruh pihak terutama yang terkait dalam krisis kemanusiaan ini untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata. “Kondisi di Aleppo sangat genting dan mengkhawatirkan. Pasukan rezim Bashar Asad sudah mulai melakukan pelanggaran kesepakatan, baru beberapa jam setela disepakati.”

Erdogan ingat dan mengamalkan firman Allah Taala: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” [Al-Maidah: 32].

Suatu ketika, Abdullah bin Umar ra. memandangi Ka’bah dan berkata, “Betapa mulianya engkau. Betapa besar kehormatanmu. Tapi seorang mukmin jauh lebih besar kehormatannya darimu.” [HR. Tirmidzi]. Umat Islam tentu akan melawan siapa saja yang menistakan Ka’bah di Masjidil Haram karena sangat mereka hormati dan muliakan. Tapi ternyata kehormatan dan nyawa seorang Mukmin jauh lebih besar dari kehormatan Ka’bah. [sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda