Aleppo, Kota Perjuangan Sepanjang Sejarah Islam

0 komentar 1161 kali dilihat

mukjizat.co – Rasulullah saw. dilahirkan pada tahun 572 M, lalu diangkat menjadi nabi pada tahun 612 M. Misi kenabian Muhammad saw. adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia, menegakkan keadilan dan kebenaran, menghijrahkan manusia dari kekejaman agama buatan manusia kepada agama Islam yang penuh rahmat dan keadilan.

Dalam peristiwa Isra’ dan Mikraj, Rasulullah saw. mengimami shalat para nabi di Masjidil Aqsha. Sejak saat itulah Rasulullah saw. mengetahui keutamaan Baitul Maqdis dan kewajiban membebaskannya dari kekuasaan Byzantium. Saat itu, oleh orang-orang Byzantium Masjidil Aqsha dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Rasulullah saw. mulai membuat rencana pembebasan negeri Syam dan Baitul Maqdis. Para sahabat sudah disiapkan secara spiritual, pengetahuan dan militer untuk keberhasilan agenda besar itu. Rasulullah saw. juga memberikan kabar gembira yang berasal dari wahyu bahwa negeri Syam dan Baitul Maqdis akan berhasil dibebaskan oleh umat Islam.

Rencana bersejarah itu terwujud pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra. Setelah perang Yarmuk, kota Aleppo (Halb) dan Damaskus berhasil ditaklukkan. Sejak tahun 637 M, Aleppo memasuki lembaran sejarah baru dengan berhasil ditaklukkan oleh Panglima Khalid bin Walid ra. Kota bersejarah itu kemudian menjadi kota yang langsung menjaga Masjidil Aqsha di Palestina.

Di masa dinasti Umayyah, Aleppo mengalami perkembangan infrastruktur yang revolusioner di antara negeri-negeri Syam dan Baitil Maqdis. Khalifah Abdul Malik bin Marwan menjadikannya sebagai pusat adimistrasi, pemerintahan, dan keilmuan. Khalifah Abdul Malik juga membangun Masjid Jami’ yang besar dan istananya di Alappo.

Di masa dinasti Abbasiyah Aleppo agak dianak-tirikan, namun tetap menjadi andalan dalam pertahanan melawan Byzantium. Aleppo juga masih menjadi pusat peradaban yang banyak menghasilkan karya-karya penerjemahan filsafat dan sejarah.

Setelah dinasti Abbasiyah melemah, berdirilah negara Hamdanid di Aleppo pada tahun 944 M. Kota Aleppo memasuki era keemasannya pada masa pemerintahan Saif Ad-Daulah Al-Hamdani. Aleppo menjadi lokasi terpenting dalam menjaga keamanan negara Islam menghadapi ancaman Byzantium. Aleppo sempat jatuh ke tangan musuh dan mengalami kehancuran antara tahun 974 – 987 M.

Namun demikian, Aleppo tetaplah Aleppo yang kuat dan cepat bangkit dari keterpurukannya. Baru pulih dari kehancuran, Aleppo kembali mengalami penghancuran dari pasukan Salib pada tahun 1098 M. Pasukan Salib menghancurkan segalanya hingga kuburan dan jenazah-jenazah di dalamnya tidak luput dari penghancuran mereka. Namun demikian, Aleppo tidak sampai jatuh ke tangan pasukan Salib.

Setahun kemudian, Baitul Maqdis jatuh ke tangan pasukan Salib. Aleppo tetap menjadi kerajaan yang berdiri sendiri hingga tahun 1128 M, saat dikuasai Imad ad-Din Zengi untuk dijadikan titik mula perang pembebasan kedua Masjidil Aqsha.

Pada bulan Oktober 1187 M, Sultan Shalahudin Al-Ayubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis. Sebuah hari bersejarah karena berhasil direbutnya kembali tanah suci ketiga umat Islam setelah 90 tahun berada di bawah kekuasaan pasukan Salib.

Pada tahun 1260 M, Aleppo jatuh ke pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, setelah pertempuran mati-matian yang berlangsung selama 6 hari. Benteng Aleppo pun dilumpuhkan 4 pekan kemudian setelah digempur habis-habisan dengan manjanik. Pasukan Mongol melakukan pembantaian massal besar-besaran di Aleppo.

Setelah pasukan Islam di bawah pimpinan Qutuz mengalahkan Mongol di Ain Jalut, Mesir, Aleppo pun kembali bangkit penuh harapan. Sejarah Aleppo dan negeri-negeri Syam bangkit dengan sempurna setelah Aleppo dkuasai Baibars.

Pada tahun 1516, secara resmi Aleppo menjadi sebuah wilayah di bawah kekuasaan dinasti Ottoman. Aleppo menjadi ibukota negeri Syam, dan menjadi kota kedua terpenting setelah Konstantinopel. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda