Mempertanggungjawabkan Lisan

0 komentar 390 kali dilihat

mukjizat.co – Lisan adalah nikmat Allah Taala yang sangat besar. Lisan bisa menjadi penyebab kita masuk surga, bisa juga memerosokkan kita ke neraka. Lisan adalah gambaran luar apa yang terjadi di dalam hati. Lisan menjadi awal; seluruh aktivitas akan baik jika lisannya baik, tapi perbuatan-perbuatan buruk pun akan menyusul jika lisan mengeluarkan yang buruk-buruk.

Hati yang sejuk akan membuat lisan sejuk. Hati yang kotor akan tercium busuknya dari lisan. Hati yang jahat akan akan terlihat dari lisan yang menyakiti. Sungguh lisan adalah anggota tubuh yang sangat kecil, tapi bisa mendatangkan pengaruh yang sangat besar.

Allah Taala mewanti-wanti umat Islam untuk menjaga lisannya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (tepat).” [Al-Ahzab: 70]. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” [Al-Mukminun: 1-3].

Demikian juga Rasulullah saw., “Seseorang bisa dikatakan sebagai pembohon cukup dengan membicarakan semua yang didengarnya.” [HR. Muslim]. “Orang yang paling kubenci dan paling jauh dariku tempatnya di Hari Kiamat adalah orang yang terlalu banyak berbicara, orang yang perkataannya menyakiti orang lain, dan orang yang terlihat kesombongannya dari perkataannya.” [HR. Tirmidzi].

Demikian besar perhatian Islam kepada perkataan di lisan karena ternyata lisan bisa sangat berbahaya. Bisa menimbulkan permusuhan, memecah persatuan, membuat orang keluar dari agamanya, dan sebagainya. Banyak orang tidak menyadari saat mengatakan sesuatu akan mempertanggungjawabkannya kelak. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda, “Seseorang mungkin mengucapkan sebuah kata yang membuat Allah Taala ridha, dan dia tidak menyadarinya, ternyata kata itu menaikkannya ke derajat yang tinggi. Sebaliknya, seseorang mungkin mengucapkan kata yang membuat Allah Taala murka, dan dia tidak menyadarinya, ternyata kata itu menjatuhkannya ke neraka yang sangat dalam.” [HR. Bukhrai].

Kata-kata yang keluar dari lisan tidak hilang begitu saja seperti angin yang berlalu. Kata-kata itu akan membekas pada setiap orang yang sempat mendengarnya. “Setiap pagi, seluruh anggota tubuh seorang manusia akan tunduk dan memohon kepada lisan, ‘Bertakwalah kepada Allah demi kebaikan kami. Kalau kau lurus, kami pun bisa lurus. Kalau kau bengkok, kami pun akan bengkok.”

Suatu kali Uqbah bin Amir ra. bertanya kepada Rasulullah saw., “Bagaimana mendapatkan keselamatan?” Jawaban Rasulullah saw., “Jagalah lisanmu, betahlah tinggal di rumah (hanya pergi saat mendesak, agar tidak banyak menyakiti orang lain), dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” [HR. Tirmidzi].

Muadz bin Jabal ra. heran dengan perhatian Rasulullah saw. yang sangat besar pada masalah lisan. Beliau bertanya, “Tapi benarkah kita akan disidang hanya karena lisan kita?” Rasulullah saw. menjawab, “Celakalah kamu (perkataan keras Rasulullah saw. hanya untuk menyadarkan Muadz). Semua orang itu dijerembabkan wajahnya ke neraka hanya karena perkataan-perkataannya.” [HR. Bukhari]. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda