Rahasia dan Mukjizat di Balik Nama Rasulullah saw (Bagian 3)

0 komentar 371 kali dilihat

mukjizat.co – Ada beberapa ulama yang berlebihan, mengatakan bahwa nama Rasulullah saw. sangat banyak. Hingga mencapai 340 nama, bahkan 400 nama. Untuk menanggapi hal seperti ini, hendaknya kita menjadikan Al-Quran dan hadits sebagai referensi, dan memahaminya apa adanya tanpa dilebih-lebihkan dan dikurang-kurangkan.

Sementara nama beliau (Muhammad dan Ahmad) adalah berasal dari kata ‘Al-Hamdu’ yang bermakna memuji. Para ulama telah menulis beberapa perbedaan antara kedua kata ini. Menurut beberapa ulama, kata ‘Muhammad’ mencakup segala sesuatu yang mendapat layak dipuji. Rasulullah saw. mempunyai sifat-sifat terpuji yang sangat banyak.

Sementara kata ‘Ahmad’ bermakna setiap sifat baik yang ada pada Rasulullah saw. telah mencapai puncaknya. Misalnya, beliau adalah orang yang sangat dermawan, tidak ada orang yang melebihi kedermawanan beliau.

Imam Qadhi Iyadh mengatakan, Rasulullah saw. adalah orang terpuji yang paling mulia, orang terpuji paling agung, orang yang paling banyak memuji, orang terpuji yang paling dipuji, orang yang memuji paling terpuji. Di Akhirat nanti, beliau akan mengusung bendera pujian, dan akan menempati derajat terpuji.

Nama ‘Ahmad’ akan kekal sekekal Al-Quran yang menyebutkan kabar gembira dari Nabi Isa as. tentang kedatangannya. “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [Ash-Shaf: 6].

Sementara nama ‘Muhammad’ sangat dimuliakan dalam Al-Quran. Setiap kali nama ini disebutkan, pasti ada kata rasul dan nabi. Padahal nabi-nabi lain disebutkan langsung dengan namanya. “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul.” [Ali Imran: 144], “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Ahzab: 40], “Muhammad itu adalah utusan (utusan) Allah.” [Al-Fath: 29], “Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.” [Al-Anfal: 64], “Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya.” [Al-Maidah: 41]

Karena panggilan ‘nabi’ dalam Al-Quran sudah sering digunakan untuk Rasulullah saw., maka Allah Taala menyebutkan dalam ayat: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzab: 56]. Ayat ini bagaikan tangga yang menghubungkan antara langit dan bumi. Shalawat dari Allah Taala adalah ampunan dan rahmat. Shalawat dari para malaikat adalah doa dan istighfar.

Terdapat beberapa hadits mutawatir yang menyebutkan bagaima cara bershalawat dan waktu-waktu yang tepat. Di tasyahud awal dan akhir, saat adzan dan iqamah, malam dan hari Jumat, awal hari dan akhir hari, ketika masuk masjid, saat berdoa, berkumpul  dan sebagainya. Nama Rasulullah diulang setiap waktu setiap hari tidak lain adalah agar kita tidak terputus hubungan dengan beliau. Seorang Muslim hendaknya selalu merasa bersama Rasulullah saw., agar mendapatkan semangat kerasulan dan kenabian beliau. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda