10 Usaha Pembunuhan Terhadap Nabi saw. (2)

0 komentar 166 kali dilihat

mukjizat.co – Para nabi dan utusan Allah Taala mempunyai satu kelebihan dari Allah Taala, yaitu terpelihara (makshum). Selain terpelihara dari perbuatan dosa, ada beberapa nabi yang juga terpelihara dari upaya pembunuhan. Menurut beberapa ulama, para nabi yang terpelihara dari pembunuhan adalah nabi-nabi yang diperintahkan untuk berjihad. Karena ada beberapa nabi yang meninggal dunia karena dibunuh, seperti Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as.

Adapun Rasulullah saw. adalah salah satu nabi yang diperintahkan (ada perintah jihad dalam syariatnya). Oleh karena itu, beliau termasuk yang terpelihara dari upaya pembunuhan. Tercacat ada 10 kali upaya pembunuhan terhadap beliau, ternyata tidak ada satu pun yang berhasil.

Setelah Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. berhasil lolos hijrah menuju Madinah, orang-orang kafir Quraisy menyiapkan 200 ekor unta bagi siapa saja yang bisa menangkap atau membunuh mereka berdua. Tentang peristiwa itu, Suraqah bin Malik menceritakan:

“Ketika itu aku sedang duduk-duduk bersama sekelompok orang. Ada orang yang datang dan mengatakan telah melihat titik hitam bergerak di kejauhan dekat dengan pesisir. Aku yakin bahwa titik itu ada Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra., tapi aku yakinkan orang itu bahwa titik itu bukan mereka. Aku lanjutkan obrolanku sebentar, lalu aku bergegas pulang, meminta pembantuku untuk menyiapkan kuda.

Beberapa anak panah juga aku ambil. Sambil berjalan menuju kudaku, aku benamkan ujung anak panah itu agar tidak terlihat kemilaunya sehingga tidak ada yang bisa melihatku dari kejauhan. Lalu aku naiki dan pacu kudaku seperti melayang di udara. Sampai aku berada dekat dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra.

Tiba-tiba kudaku tergelincir dan aku pun terjatuh. Aku bangun, dan kuambil sarung anak panahku. Aku ingin mengundi dengan anak panah tentang tindakan yang harus kulakukan; membunuh mereka atau tidak. Namun ternyata undian yang keluar adalah bahwa aku tidak boleh membunuh mereka.

Aku langgar petunjuk undian itu, segera aku naiki kuda kembali dan kukejar mereka dengan cepat. Setelah berada di tempat yang dekat, kudengar Rasulullah saw. membaca Al-Quran. Beliau sangat tenang dan tidak pernah menengok ke belakang. Sementara Abu Bakar ra. terus saja berjalan sambil sering menengok ke belakang.

Tiba-tiba kudaku terperosok di pasir hingga sampai ke lututnya. Aku hentak kudaku hingga berhasil keluar dari pasir dan kembali berdiri tegak. Gerakan kedua kaki depannya menerbangkan debu-debu di udara.

Aku kembali mengundi dengan anak panah, tapi undian yang keluar masih saja larangan untuk tidak membunuh mereka. Saat itulah aku berteriak kepada mereka, berjanji untuk tidak menyakiti mereka. Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. pun berhenti. Kujalankan kudaku pelan-pelan mendekati mereka. Perasaan yang ada di hatiku saat itu, dakwah Rasulullah saw. akan menang karena didukung oleh Allah Taala. Semua usaha untuk membunuhnya tidak akan pernah berhasil.

Kukatakan kepada mereka, “Orang-orang Quraisy sudah menyiapkan hadiah 200 ekor unta bagi yang bisa membunuh kalian berdua.” Kutawarkan perbekalan safar, tapi mereka menolak. Mereka hanya meminta tolong kepadaku agar aku membuat orang-orang Quraisy tidak lagi mengejar. Saat itu aku meminta Rasulullah saw. membuatkan surat jaminan keamanan untukku. Lalu Amir bin Fuhairah pun menuliskannya untukku. Setelah itu rombongan penuh berkah itu pun melanjutkan perjalanannya.” (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda