Rahasia dan Mukjizat di Balik Nama Muhammad saw. (Bagian 1)

0 komentar 562 kali dilihat

mukjizat.co – Abdul Muttalib tidak pernah membayangkan bahwa nama yang diberikan kepada cucunya, Muhammad saw., akan menjadi sebuah mukjizat. Tidak pernah terpikir bahwa ratusan tahun yang akan datang, nama itu akan menjadi nama paling populer dan paling banyak digunakan di dunia.

Sebuah kemukjizatan yang membuat Abdul Mutalib memilih nama ‘Muhammad’. Karena Rasulullah saw. adalah orang pertama yang diberi nama ini. Sedangkan orangtua beliau bukanlah orang yang mengetahui kabar-kabar masa depan yang terdapat dalam kitab Taurat dan Injil. Pemilihan nama ‘Muhammad’ atau ‘Ahmad’ bukanlah sesuatu yang kebetulan, tapi sudah sesuai seperti yang diatur oleh Allah Taala.

Dr. Muhammad Syaikhani mengatakan, Allah Taala telah memberikan ilham kepada Abdul Muttalib untuk memberikan nama ‘Muhammad’ kepada cucunya. Padahal bangsa Arab belum mengenal nama seperti itu. Ketika mereka menanyakan sebab pemilihan itu, Abdul Muttalib mengatakan, “Aku ingin cucuku nanti dipuji Allah di langit, dan dipuji manusia di bumi.”

Itulah salah satu sisi kemukjizatan nama ‘Muhammad’, belum ada yang menggunakan nama itu sebelumnya, dan benar-benar sesuai dengan kitab-kitab samawi walaupun orang yang memberikan nama tersebut tidak pernah mengenal kitab-kitab itu.

Nabi Muhammad saw. menjadi orang pertama yang menggunakannya dengan hikmah agar nama ini tidak terkotori oleh pemilikinya sebelumnya. Sama seperti nama Yahya, yang diberikan kepada anak Nabi Zakaria as. “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah memberikannya kepada seorang pun.” [Maryam: 7].

Dalam sejarah memang tercatat ada beberapa orang Arab yang mengetahui berita masa depan dalam Taurat dan Injil, lalu memberikan anak mereka dengan nama ‘Muhammad’ dengan harapan anak merekalah nabi akhir zaman yang dijanjikan Allah Taala itu. Ibnu Khalkan menyebutkan, minimal ada 3 orang yang menggunakan nama ‘Muhammad’ pada zaman jahiliyah, yaitu Muhammad bin Sufyan, Muhammad bin Uhaihah, dan Muhammad bin Hamran.

Namun demikian, tetaplah Rasulullah adalah orang pertama yang menggunakan nama tersebut. Karena sangat mungkin pemilihan nama tersebut mengikuti langkah Abdul Muttalib.

Nama ‘Ahmad’ juga salah satu nama Rasulullah saw. Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, “Aku memiliki lima nama; Muhammad, Ahmad, Al-Mahi, Al-Hasyir, Al-Aqib.” Kalau memang ada sejarawan yang mengatakan bahwa nama ‘Muhammad’ juga dipakai orang selain Rasulullah saw., tapi nama ‘Ahmad’ belum pernah dipakai oleh siapapun sebelum dan selama hidup Rasulullah saw. Hal itu untuk menjaga kebenaran kabar masa depan yang ada dalam Taurat dan Injil, dan juga untuk memastikan bahwa kenabian telah diterima oleh orang yang benar, sesuai dengan kabar masa depan.

Allah Taala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” [Ash-Shaf: 6]. (sof1/mukjizat.co).

Tinggalkan Komentar Anda