Semut Marah Kalau Ditipu

0 komentar 219 kali dilihat

mukjizat.co – Berbohong adalah sesuatu yang sangat dibenci, oleh karena itu Islam sangat melarangnya. Mungkin ada orang suka berbohong, tapi tidak ada orang yang suka dibohongi. Ternyata binatang pun seperti itu, tidak ada binatang yang tidak yang mau dibohongi.

Dikisahkan bahwa Imam Ibnu Qayyim pernah duduk di bawah sebatang pohon. Dilihatnya ada sehelai sayap belalang. Tak lama kemudian datanglah seekor semut. Dia ingin membawa dan menarik sayap tersebut tapi ternyata tidak kuat melakukannya. Akhirnya dia pergi dan sepertinya akan memanggil teman-temannya.

Tak lama kemudian datanglah semut tersebut bersama segerombolan semut yang lain. Mereka datang ke arah tempat sayap belalang tersebut. Sebelum sampai ke tempat, aku ambil sayap itu. Sehingga ketika semut-semut itu sampai, mereka tidak mendapatinya. Terlihat kekecewaan dirasakan semut yang menemukannya. Semut-semut lain pun ikut kecewa, dan menyalahkan semut pertama.

Mereka pun segera meninggalkan tempat, dan tinggallah semut yang pertama. Dia masih tidak percaya sayap yang ditemukannya sudah tidak ada lagi. Saat itu aku kembalikan sayap itu ke tempatnya lagi. Melihat sayap itu ada, sang semut terlihat girang, dan kemudian dia kembali pergi untuk memanggil teman-temannya. Datanglah lagi segerombolan semut tadi, tapi jumlah mereka tidak sebanyak ketika pertama kali.

Aku ulangi lagi mengambil sayap belalang itu sehingga ketika semut-semut itu sampai mereka tidak mendapatinya tidak mendapatinya. Kembali semut-semut itu kecewa. Kali ini terlihat ada dialog dan kemarahan kepada semut penemu sayap. Teman-temannya pun pergi lagi membawa kekecewaan. Semut pertama masih bertahan di tempat merasa keheranan, mengapa sayapnya kembali hilang.

Di tengah keheranan itu, aku kembalikan sayap itu ke dekatnya. Ketika menemukannya, dia kembali gembira. Dia pergi lagi memanggil teman-temannya untuk menyeret dan membawa sayap itu. Tapi kali ini yang datang tidak begitu banyak. Sepertinya kebanyakan temannya sudah kecewa dan merasa ditipu.

Sebelum sampai ke tempat, aku kembali mengambil sayap belalang itu. Sehingga ketika datang kembali, kali ini tidak hanya kecewa tapi mereka mengapung semut pertama itu kemudian membunuhnya dan memotong-motongnya.

Semut pertama pun mati dihukum oleh teman-temannya karena mereka merasa dibohongi. Setelah mereka membunuh temannya aku kembalikan sayap belalang itu. Barulah mereka percaya bahwa ucapan semut pertama benar adanya. Terlihat kesedihan dan penyesalan di raut raut wajah mereka. Mereka bersedih dan kembali pergi. Aku pun turut bersedih karena perbuatanku telah membuat seekor semut mati.

Hal itu aku ceritakan kepada guruku. Komentar guruku, yang pertama, agar aku tidak mengulangi lagi perbuatanku itu. Kemudian guruku mengatakan bahwasannya memang binatang juga diberi insting untuk tidak berbohong. Semut itu memang tidak berbohong tetapi gara-gara perbuatanku dia dituduh berbohong. (Sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda