10 Usaha Pembunuhan Terhadap Nabi Muhammad saw. (1)

0 komentar 757 kali dilihat

mukjizat.co – Para nabi dan utusan Allah Taala mempunyai satu kelebihan dari Allah Taala, yaitu terpelihara (makshum). Selain terpelihara dari perbuatan dosa, ada beberapa nabi yang juga terpelihara dari upaya pembunuhan. Menurut beberapa ulama, para nabi yang terpelihara dari pembunuhan adalah nabi-nabi yang diperintahkan untuk berjihad. Karena ada beberapa nabi yang meninggal dunia karena dibunuh, seperti Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as.

Adapun Rasulullah saw. adalah salah satu nabi yang diperintahkan (ada perintah jihad dalam syariatnya). Oleh karena itu, beliau termasuk yang terpelihara dari upaya pembunuhan. Tercacat ada 10 kali upaya pembunuhan terhadap beliau, ternyata tidak ada satu pun yang berhasil.

Di antara upaya itu adalah yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Amru bin Jahaasy bin Kaab. Seperti diceritakan oleh Ibnu Ishak, Rasulullah saw. pergi ke wilayah Yahudi Bani An-Nadhir untuk meminta bantuan mereka dalam masalah dua orang Bani Amir yang dibunuh oleh Amr bin Umayyah Adh-Dhamri yang terikat hubungan damai di Madinah. Beliau mendatangi Bani An-Nadhir karena suku Yahudi itu adalah sekutu Bani Amir.

Ketika Rasulullah saw. menyampaikan maksud kedatangannya, orang-orang Yahudi Bani An-Nadhir mengatakan, “Baiklah Muhammad, kami akan membantumu seperti yang engkau minta.” Lalu mereka meninggalkan Rasulullah saw., masuk dan berunding sesama mereka.

Saat itulah muncul ide dari salah seorang mereka, “Kalian tidak akan pernah mendapatkan kondisi seperti saat ini. Ini waktu yang tepat untuk membunuh Muhammad.” Saat itu Rasulullah saw. memang berada di samping tembok rumah di benteng mereka, sehingga kalau ada seseorang yang naik ke rumahnya, sangat mudah baginya membunuh Rasulullah saw. dengan menjatuhkan sebongkah batu.

Maka satu orang, yaitu Amru bin Jahaasy bin Kaab, “Aku yang akan melakukannya.” Maka dia langsung menaiki rumah itu untuk menjatuhkan sebongkah batu.” Saat itu, Rasulullah saw. yang sedang berada di bawahnya bersama beberapa orang sahabat termasuk di dalamnya Abu Bakar ra., Umar bin Khattab ra., dan Ali bin Abi Thalib ra., mendapatkan wahyu dari Allah Taala memberitahukan tentang rencana jahat Yahudi Bani An-Nadhir. Beliau langsung beranjak dari tempat itu, kembali ke kota Madinah.

Rasulullah saw. lalu berkumpul dengan para sahabat dan mengabarkan tentang rencana Yahudi ingin membunuh beliau. Rencana dan tindakan ini tentu melanggar perjanjian di antara mereka. Saat itu juga Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat mempersiapkan diri untuk menghukum bangsa Yahudi tersebut.

Pasukan umat Islam pun berangkat ke wilayah Yahudi Bani An-Nadhir. Urusan kota Madinah diberikan kepada salah seorang sahabat yang buta, Abdullah bin Umi Maktum. Rasulullah saw. dan para sahabat mengepung benteng Yahudi selama 6 hari. Strategi orang-orang Yahudi bertahan di benteng mereka. Karena mereka memang sudah mempersiapkan logistik yang sangat mencukupi untuk kondisi-kondisi seperti ini.

Orang-orang munafik di Madinah mengirimkan utusan ke mereka untuk tetap bertahan, karena orang-orang munafik pimpinan Abdullah bin Ubaiy bin Salul menyatakan akan membantu perang bersama mereka. Tapi janji bantuan perang itu tak kunjung datang. Yahudi pun semakin lama berada di benteng mereka dengan penuh ketakutan.

Salah satu strategi perang yang dilakukan Rasulullah saw., atau perintah Allah Taala, adalah perang ekonomi. Beliau memerintahkan para sahabat menebangi pohon-pohon kurma kesayangan Yahudi di sekitaran benteng. Melihat hal tersebut, orang-orang Yahudi yang sangat mengagung-agungkan materi, pun semakin merasa takut dan sedih.

Karena bantuan orang-orang munafikin tak kunjung datang, akhirnya mereka menawarkan solusi damai. Mereka siap meninggalkan wilayah negara Islam itu dengan hanya membawa harta sekuat yang dibawa oleh unta-unta mereka. Penyembahan materialisme orang-orang Yahudi bahkan masih terlihat di saat-saat kritis seperti itu. Bahkan di antara mereka ada yang membongkar rumahnya hanya untuk membawa kusen pintu dan jendela. Ada yang pergi ke wilayah Yahudi Khaibar, ada juga yang pergi ke wilayah Syam. (sof1/mukjzat.co)

Tinggalkan Komentar Anda