Umat Islam Takkan Pernah Mati, Ini Bukti-buktinya

0 komentar 376 kali dilihat

mukjizat.co – Kesulitan demi kesulitan selalu menghampiri umat Islam. Tanpa pandangan keimanan, kondisi itu tentu akan membuat umat Islam merasa pesimis, lemah, dan terus-terusan mengalah. Tapi ternyata umat Islam masih menjaga imannya sehingga rasa pesimistis itu pun tidak menghinggapi mayoritas umat ini. Umat Islam akan tetap ada, tidak akan pernah mati, untuk memberikan bimbingan kepada seluruh umat manusia.

Kalau akan mati, umat Islam ini pastilah sudah mati ketika dikepung dan dikejar-kejar saat hijrah. Tapi Allah Taala menolong. “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [At-Taubah: 40]

Kalau akan mati, umat Islam ini pastilah sudah mati ketika Perang Badar. Orang-orang musyrikun berjumlah 950, ditambah 200 tentara berkuda. Umat Islam yang berjumlah 300 an dengan senjata seadanya. Kondisi sangat sulit, sampai-sampai Rasulullah berdoa, “Ya Allah, seandainya Engkau binasakan sekelompok kecil ini, maka tidak akan ada lagi yang menyembah-Mua di atas dunia.”. Dan benar, pertolongan Allah Taal segera turun. Rasulullah  saw. berkata kepada Abu Bakar, “Berbahagialah Abu Bakar, pertolongan dari Allah Taala telah datang kepadamu. Itulah Jibril yang sedang mengekang tali kekang kudanya melawan kaum musyrikin.”

Kalau akan mati, umat Islam pastilah sudah mati saat perang Khandaq. Saat kondisi umat Islam ini sangat terancam. Seperti seseorang yang berjalan di pinggir jurang sangat dalam, atau seperti pulau kecil yang berada di tengah samudera luas berbadai dan berombak tinggi. Kondisi mencekamnya seperti difirmankan, “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” [Al-Ahzab: 10]. Namun tiba-tiba terjadi badai yang menghancurkan pasukan koalisi. Saat itu Rasulullah saw. berkata, “Laa ilaha illallah. Dialah yang benar janji-Nya, menolong hamba-Nya, menguatkan tentara-Nya, dan menghancurkan sendiri pasukan sekutu tanpa ada yang bisa melawan-Nya.”

Kalau akan mati, umat Islam pastilah sudah mati saat terjadi kemurtadan besar-besaran di zaman Abu Bakar Ash-Shidiq. Di akhir kehidupan Rasulullah saw, turun ayat, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.” Saat itu mereka yakhrujuna min dinillah afwaja. Bukan hanya itu, Madinah juga terancam oleh suku-suku yang murtad. Namun ada Abu Bakar yang memerangi mereka.

Kalau akan mati, umat Islam pastilah sudah mati saat dunia dilanda serangan pasukan Tartar. Mereka telah melakukan pembantaian selama 40 hari di kota Baghdad. Darah tergenang di jalanan. Ternyata ada pemimpin Islam, Saifuddin Qutuz yang berteriak “Waa Islamaah” sehingga pasukan Islam bersatu padu menghadang dan menyerang Tartar. Kali ini Tartar tidak bisa berbuat apa-apa, padahal sebelumnya seluruh negeri yang dilewatinya pasti tunduk kalah.

Umat Islam tidak akan mati karena menjadi umat pewaris bumi ini. ”Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi percontohan bagi (perbuatan) manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” [Al-Baqarah: 143]. Umat Islam menjadi pemegang wasiat untuk menuntun umat manusia yang masih kekanak-kanakan. Umat manusia yang tidak tahu mana yang baik dan bermanfaat bagi mereka, dan mana yang berbahaya.

Umat Islam tidak akan mati karena  ada sekelompok umat yang akan selalu berpegang teguh dengan Islam dan memperjuangkannya. Rasulullah saw. bersabda, “Akan ada sekelompok orang dari umatku yang teguh memegang kebenaran, menang melawan musuh, tidak kalah dengan orang yang menyelesihi mereka, kecuali kesulitan dan rasa berat yang menimpa mereka. Demikian seterusnya hingga Allah Taala mendatangkan kemenangan bagi mereka.” Selalu ada kelompok yang akan istiqamah membela agama Allah Taala walaupun kebanyakan umat Islam meninggalkan mereka. Mereka berkonsentrasi melawan musuh.

Umat Islam tidak akan mati karena sesama Muslim saling tolong-menolong. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda