Kenapa Nabi Adam as. Harus Berdosa Hingga Dikeluarkan dari Surga?

0 komentar 503 kali dilihat

mukjizat.co – Nabi Adam as. adalah manusia pertama yang diciptakan Allah Taala. Bersama Ibunda Hawwa, beliau hidup di surga. Namun ketika dilarang mendekati sebuah pohon, Nabi Adam as. tergoda dengan perkataan Iblis. Nabi Adam as. pun dinyatakan bersalah, dan harus keluar dari surga. Beliau dan keluarganya kemudian hidup di dunia yang kondisinya sangat jauh berbeda dengan surga.

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa Nabi Adam as. harus berbuat dosa sehingga dikeluarkan dari surga. Kenapa kita semua, keturunannya, harus dilahirkan dan hidup di dunia ini? Imam Ibnul Qayyim mengatakan, jika diikuti dengan tobat, sebuah dosa kadang jauh lebih bermanfaat untuk seorang hamba daripada amal kebaikan yang banyak.

Sehingga ada juga ulama salaf yang sampai mengatakan, ada seorang yang hamba yang masuk surga lantaran perbuatan dosanya. Bagaimana bisa seperti itu? Seorang hamba mungkin berbuat dosa, lalu dia menyesalinya. Bayang-bayang kesalahan itu selalu berada di pelupuk matanya baik dia sedang berdiri, duduk, maupun berjalan. Dia selalu teringat dengan dosanya, membuat hatinya merasa hina sehingga bertobat, menyesal, dan meminta ampun kepada Allah Taala.

Hal seperti itulah yang membawa keselamatan baginya. Karena dosalah seorang pendosa itu akhirnya beramal kebaikan dan mengisi hatinya dengan ibadah-ibadah seperti takut, malu, dan hina di depan Allah Taala.

Ketika menginginkan kebaikan untuk seorang hamba yang sombong dan selalu berbangga diri, maka Allah Taala akan memerosokkannya ke dalam perbuatan dosa yang membuatnya merasa hina. Dia akan mengetahui rendahnya kedudukan yang dimilikinya, lalu hilanglah penyakit sombong dan berbangga diri dari hatinya.

Wallahu A’lam, kiranya seperti itulah yang diinginkan Allah Taala ketika berkehendak Nabi Adam as. berbuat dosa, dan mengeluarkannya ke dunia. Jika dinarasikan, maka penjelasan Allah Taala tentang hikmah peristiwa itu seperti ini:

“Hai Adam, jangan kau kesali jatuhmu ke dalam perbuatan dosa karena telah membuatmu hati-hati. Dengan kejadian inilah telah dikeluarkan sebuah penyakit dari hatimu yang membuatmu tidak layak berada di Sisi-Ku.

Hai Adam, Aku mengujimu adalah karena Aku ingin kau mengetahui kebaikan dan kemurahan-Ku kepada orang-orang yang mendurhakai-Ku.

Hai Adam, dulu kau bersikap kepada-Ku seperti raja kepada raja. Kini kau sudah tahu, dan bisa bersikap sebagai budak kepada rajanya.

Hai Adam, kalau Aku pelihara dirimu dan anak-cucumu dari dosa, maka kepada siapakah Aku memberikan kebaikan maaf dan ampunan?

Hai Adam, jangan kesal dengan perkataan-Ku “keluar!” saat mengusirmu. Karena memang surga Kuciptakan untukmu. Kau turun ke dunia agar bisa memohon kepada-Ku untuk diangkat lagi. Kukeluarkan dirimu dari surga bukan untuk membuangmu, tapi agar kau berusaha kembali lagi.” (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda