Kenapa Ayat Ini Diulang Hingga 31 Kali dalam Surat Ar-Rahman?

0 komentar 1964 kali dilihat

mukjizat.co – Surat Ar-Rahman adalah salah satu surat yang turun sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah (makkiyah). Ayatnya berjumlah 78 ayat. Namun ada satu ayat (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” yang diulang-ulang hingga 31 kali. Kenapa bisa demikian?

Menurut Ibnu Manzhur, pengulangan kata atau kalimat lebih dari sekali bisa bertujuan memberikan makna yang beragam. Bisa untuk menekankan sesuatu, menampakkan kedahsyatan, menunjukkan keagungan, dan sebagianya.

Pengulangan merupakan gaya bahasa yang sudah dikenal oleh orang-orang Arab sejak dahulu. Namun orang yang tidak mengetahui bahasa Arab dengan mendalam mungkin akan menjadikannya sebagai celah untuk mengkritik Al-Quran. Pengulangan kata atau kalimat dalam Al-Quran bertujuan memberikan makna yang lebih. Bukan seperti pengulangan orang yang tidak pandai dalam mengungkapkan sesuatu.

Menurut Ibnul Jauzi, pengulangan ayat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” dalam surat Ar-Rahman adalah untuk menetapkan bahwa sesuatu yang disebutkan sebelumnya adalah nikmat dari Allah Taala, bukan karena apa-apa, tapi benar-benar nikmat dari Allah Taala. Manusia dan jin, yang diajak berbicara dengan ayat itu, harus selalu mengingat kenyataan ini.

Sementara itu Ibnu Qutaibah mengatakan, dalam surat Ar-Rahman Allah Taala menyebutkan satu-satu nikmat-Nya. Diingatkan-Nya manusia akan nikmat tersebut. Disadarkan-Nya manusia akan kekuasaan-Nya. Maka tepat sekali menjadikan ayat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” sebagai penyela antara satu nikmat dengan nikmat berikutnya.

Adapun Al-Qurthubi, beliau mengatakan, Al-Quran turun dengan menggunakan bahasa Arab. Sementara itu orang Arab menggunakan gaya bahasa pengulangan kata dan kalimat untuk menekankan dan memahamkan. Selain pengulangan, orang Arab juga bisa menggunakan gaya bahasa penyingkatan dan pembuangan kata dan kalimat dengan tujuan meringankan bahasa. Kedua gaya ini sama-sama ada dalam Al-Quran, buku berbahasa Arab yang paling fasih. Wallahu A’lam. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda