Umi, Ini Cara Praktis Buat Anak Ketagihan Membaca Al-Quran

0 komentar 827 kali dilihat
mukjizat membaca al-quran

mukjizat.co – Orangtua mana yang tidak mau anaknya rajin tilawah (menbaca) Al-Quran? Ketika anak mau membaca Al-Quran dengan kemauan sendiri, orangtua seakan mendapatkan hadiah yang sangat bernilai. Apalagi jika bacaan anaknya benar dan indah, suara bersih seorang anak adalah kebahagiaan yang melebihi harta apa pun.

Berikut ini beberapa langkah praktis yang banyak disebutkan para ahli pendidik Al-Quran agar anak kita bisa senang membaca Al-Quran, bahkan ketagihan.

  1. Ibu, rajinlah membaca dan mendengarkan Al-Quran ketika anakmu masih dalam kandungan. Seorang janin akan terpengaruh secara kejiwaan dan ruhiyah. Ketenangan yang merasukimu saat membaca Al-Quran tentu akan berefek positif kepada janinmu.
  2. Ibu, sering-seringlah membaca dan mendengarkan Al-Quran saat anakmu masih menyusu. Secara ilmiah, seorang bayi terpengaruh bahkan bisa menangkap bacaanmu. Karena indra pendengarannya sudah mulai bekerja, walaupun belum terkontrol.
  3. Bacalah Al-Quran di depannya. Ini akan merangsang insting menirunya. Karena fitrah seorang anak adalah senang meniru.
  4. Hadiahi anakmu mushaf cantik untuk miliknya pribadinya. Karena juga mempunyai fitrah senang memiliki. Lihatlah bagaimana dia keukeuh mempertahankan mainan yang dimilinya.
  5. Rayakan hari anakmu mengkhatamkan Al-Quran dengan pesta kecil-kecilan. Jangan lupa hadiah menarik untuknya. Dia akan selalu merindukan hari sepert itu, dan akan tergerak untuk kembali mengkhatamkannya.
  6. Ceritakan kisah-kisah yang terkandung dalam Al-Quran. Semua sudah tahu bagaimana senangnya anak-anak mendengarkan cerita. Katakan, kisah yang baru diceritakan itu ternyata ada dalam Al-Quran.
  7. Buatlah lomba membaca Al-Quran atau pengetahuan sekitar Al-Quran. Bisa dengan melibatkan kawan-kawannya, atau dia sendirian. Ketika berhasil menjawab pertanyaan, hadiah telah siap diberikan.
  8. Hubungkanlah fenomena yang dilihatnya sehari-hari dengan ayat-ayat Al-Quran. Tentang langit, bumi, gunung, laut, hujan, pepohonan, dan sebagainya. Kebiasaan itu akan membuatnya mengingat sebuah ayat, misalnya, ketika melihat hujan.
  9. Kuis “Di ayat/surat apa terdapat kata ini?”. Anak-anak selalu belajar dan berusaha menambah kosa-kata bahasanya. Akan sangat tertarik ketika ditanyai tentang sebuah kata. Misalnya, dalam ayat/surat apa terdapat kata “an-nas”?
  10. Sertakan Al-Quran di mana pun dia berada. Misalnya, masukkan Juz Amma di tasnya. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan adab-adabnya kepada Al-Quran
  11. Sediakan sarana-sarana yang bertemakan Al-Quran. Televisi, video youtube, cd, smartphone, dan sebagainya hendaknya berisi bacaan Al-Quran. Hal ini akan merangsangnya untuk meniru bacaan yang didengarnya.
  12. Semangati dia saat diadakan lomba Al-Quran untuk umum. Di masjid, lingkungan, sekolah, atau di mana saja. Di awal-awal, hadiah materi sangat penting untuk anak-anak. Karena kesadaran dan pemahaman mereka baru sampai di situ. Jangan terlalu memaksakannya untuk puas dengan hadiah-hadiah yang bersifat moral.
  13. Rekam suaranya saat membaca Al-Quran. Dia akan bangga saat mendengar suaranya sendiri dari rekaman.
  14. Semangati dia saat ada kesempatan untuk membacakan Al-Quran dalam sebuah acara di depan umum.
  15. Buat dia bisa menceritakan lagi kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran. Dengarkan dengan antusias saat dia bercerita.
  16. Ajari dia untuk melaksanakan shalat berjamaah dengan sesama anak-anak. Terutama dalam shalat sunnah. Minta dia menjadi imamnya.
  17. Buatlah halaqah Al-Quran di rumah yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Sempatkan walaupun hanya sebentar. Buatlah mereka merasakan bahwa Al-Quran adalah sesuatu yang istimewa dalam keluarga.
  18. Ajak dia untuk ikut dalam halaqah Al-Quran di masjid. Membaca Al-Quran bersama teman-temannya pasti akan menambah semangat.
  19. Berilah perhatian serius saat dia bertanya hal-hal terkait Al-Quran, walaupun dalam pandangan kita, hal-hal yang ditanyakan sangat remeh.
  20. Hubungkan dengan Al-Quran hal-hal yang didapatkannya saat mengulangi pelajarannya di rumah. Apalagi bila pelajaran itu terkait biologi, IPA, dan sebagainya yang sangat menguatkan keimanan dengan kekuasaan Allah Taala.

Melaksanakan ide-ide praktis ini harus secara bertahap sesuai dengan kondisi anak, dan jangan lupa untuk terus mengevaluasi antusiasme anak dengan hal itu. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda