Hanya Karena Ingin Menutup Auratnya, Muslimah Ini Didenda 434 Juta

0 komentar 299 kali dilihat

mukjizat.co – Pengadilan di Italia, Jumat (11/11/2016) kemarin, memvonis denda seorang muslimah sebesar EUR 30.000 (IDR 434 juta), karena menolak melepaskan cadar di tempat umum. Kasus ini dialami seorang wanita berusia 40 tahun, keturunan Albania, dan tinggal di kota San Vito Altaliamento. Pada tanggal 20 Oktober 2016 dia menghadiri pertemuan wali murid di sebuah gedung pertemuan milik pemerintah kota Bordennouna. Dia tidak menggubris walikota, Antonio Di Bachelet, yang berulang kali memintanya melepas cadar dari wajahnya.

Karena wanita itu tetap menolak, polisi setempat akhirnya turun tangan dan mengusirnya dari gedung pertemuan. Selanjutnya walikota menuntut wanita tersebut pengadilan dengan tuduhan pelanggaran UU no. 152 yang disahkan pada tahun 1975. UU ini melarang penggunaan tutup kepala, atau pakaian apa saja yang jika dikenakan akan menutup identitas seseorang di tempat umum atau terbuka untuk publik. Pengadilan memvonis terdakwa dengan 4 bulan penjara. Vonis kemudian diganti dengan denda sebesar EUR 30 ribu (sekitar IDR 434 juta).

Islam adalah agama kedua di Italia setelah Katolik. Laporan terbaru dari The Italian National Institut of Statistics (ISTAT) menunjukkan bahwa jumlah umat Islam di negara itu mencapai 1.613 juta jiwa, 150 ribu diantara mereka memegang kewarganegaraan Italia, sedangkan sisanya hanya memiliki hak izin tinggal.

Perang terhadap Islam sudah sedemikian kerasnya di negara-negara Eropa. Mereka mengklaim sebagai negara yang mengakui dan menghormati HAM, tapi ternyata hak yang paling asas, melaksanakan kewajiban agama, sudah mereka langgar dengan mudahnya. Demikianlah yang dialami umat Islam di beberapa negara minoritas Muslim.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan yang dialami minoritas non Muslim di negara mayoritas Muslim. Karena Islam mengajarkan pemeluknya untuk menghormati keyakinan orang lain. Allah Taala berfirman dalam Al-Quran:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” [Al-Baqarah: 256].

“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.  Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” [Yunus: 99].

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”.” [Al-Kahfu: 29].

Tak heran jika misalnya Umar bin Khattab ra. memberikan kebebasan sepenuhnya kepada umat Kristiani untuk melaksanakan ajaran agamanya di kota Al-Quds saat jatuh tangan umat Islam. Hal itu sering dikenal dengan ‘Perjanjian Umar’:

“Bismillahirrahmanirrahim. Ini adalah jaminan keamanan dari hamba Allah, Umar, amirul mukminin, kepada penduduk Jerusalem. Umar memberikan jaminan terhadap jiwa mereka, harta, gereja-gereja, salib-salib, orang-orang yang lemah, dan mereka tidak dipakasa meninggalkan agama mereka. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang merasa terancam dan diusir dari Al-Quds. Dan orang-orang Yahudi tidak akan tinggal bersama mereka di Jerusalem.”  (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda