(Kisah) Kebaikan Takkan Pernah Hilang Sia-sia

1 komentar 366 kali dilihat

mukjizat.co – Seorang wanita kaya berdiri di pinggir jalan cepat luar kota. Mobilnya mogok. Berkali-kali tangannya melambai ke arah mobil yang melaju di hadapannya, tapi tak ada satu pun mobil yang berhenti.

Sudah cukup lama dia berdiri menunggu, usahanya belum juga berhasil. Padahal hujan sudah mulai rintik. Hatinya khwatir, jika tidak ada mobil yang bersedia menolongnya, dirinya akan kemalaman di jalan.

Tiba-tiba hatinya dikagetkan dengan sebuah mobil yang berhenti di depannya. Mobil tua itu dikendarai oleh seorang anak muda berkulit agak kotor pertanda baru pulang bekerja.

Bimbang perasaan wanita kaya ini ketika menatap mobil tua dan anak muda pengendaranya. Antara memilih untuk naik atau menolak tawaran tumpangannya. Hatinya yakin setiap orang yang melihat penampilannya pasti tahu kalau dirinya adalah wanita kaya. Jangan-jangan anak muda ini punya pikiran buruk merampas hartanya.

Namun akhirnya dia putuskan untuk naik mobil itu. Di perjalanan, wanita itu bertanya tentang nama dan pekerjaan anak muda itu. Terlihat sangat jelas kalau dia adalah orang yang hidup kekurangan. Dia pun menjawab, namanya Adam, bekerja sebagai supir angkutan umum.

Sedikit demi sedikit wanita itu merasa tenang dan nyaman. Namun tersisa rasa bersalah dalam hatinya karena sempat berprasangka buruk kepada anak muda yang ternyata sangat sopan, dan tidak mau memandang wajah perempuan. Hingga sampailah mobil butut itu ke kota. Wanita itu pun menyiapkan uang untuk membalas kebaikan orang yang memberinya tumpangan itu.

Setelah meminta turun, mobil pun berhenti. Ketika ditanya berapa ongkosnya, anak muda itu menolak diberi ongkos dan mengatakan niatnya memang ingin membantu saja. Wanita itu pun terus memaksa memberinya uang, hingga akhirnya anak muda itu meminta wanita kaya itu untuk memberikan uang itu kepada orang membutuhkan yang nanti akan ditemukannya.

Dengan masih terus heran dengan sikap anak muda miskin itu, wanita kaya pun berjalan menuju sebuah kafe. Dia memanggil seorang wanita pelayan untuk membuatkannya secangkir kopi. Tak lama kemudian, wanita pelayan itu pun datang dengan secangkir kopi. Ada hal yang menarik perhatian wanita kaya, dilihatnya lesu dan pucat wajah pelayan itu.

Setelah ditanya, pelayan itu menjawab bahwa dirinya sedang hamil tua, dan sebentar lagi akan melahirkan. Namun memaksakan diri tetap bekerja untuk mengumpulkan biaya kelahiran yang masih kurang sangat banyak.

Wanita pelayan pergi ke kasir untuk menyerahkan uang bayaran kopi, dan mengambil kembalian uangnya yang masih sangat banyak. Ketika datang kembali ke meja, ternyata wanita pemesan kopi sudah tidak ada lagi. Yang didapatinya hanyalah secarik kertas bertuliskan, “Aku hadiahkan uang kembaliannya untukmu.” Alangkah bahagianya wanita pelayan itu karena uang itu lebih dari sepuluh kali lipat harga kopi.

Setelah diambil, ternyata di balik kertas itu juga ada tulisan lagi, “Hadiah yang lain aku berikan untuk bayi yang akan kau lahirkan. Ambillah hadiahnya di bawah meja.” Ternyata ada uang sebesar gaji 6 bulan kerjanya di kafe itu. Wanita pelayan itu hampir saja berloncat kaget dan bahagia. Dirinya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan rezeki yang demikian besar itu.

Dia pun bergegas segera pulang ke rumah untuk mengabari suaminya. Sampai di rumah, sang suami bingung melihat kedatangan istrinya yang tidak pada waktu biasanya. Istrinya langsung memeluk, menangis bahagia dan mengatakan, “Adam, suamiku, aku sudah mendapatkan uang untuk biaya kelahiran anak kita.” Ternyata suami wanita pelayan itu adalah Adam sang supir angkutan.

Kisah nyata yang banyak dibicarakan di berbagai negara Arab ini mengingatkan kita dengan sebuah ayat “Hal Jaza’ul ihsan illal ihsan.”  (Ar-Rahman: 60) Kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan. wallahu A’lam. (sof1/mukjizat.co)

Comments (1)

Luar biasa ustdz…kisah inspiratif yg memompa semangat melakukan kebaikan

Tinggalkan Komentar Anda