Kenapa Makanan Ini yang Disajikan kepada Para Malaikat?

2 komentar 808 kali dilihat
daging-sapi-panggang

mukjizat.co – Allah Taala mengutus para malaikat untuk membinasakan kaum Nabi Luth as. yang sudah tidak mau lagi mendengarkan tuntunan nabinya. Mereka sudah sangat jauh melanggar aturan agama, bahkan fitrah mereka sebagai manusia. Kaum laki-laki menyukai kaum laki-laki, dan mengakibatkan juga kaum perempuan mencukupkan diri dengan kaum perempuan.

Sebelum datang ke negeri tempat Nabi Luth as. yang berada di sekitar Laut Mati, para malaikat itu mampir ke rumah Nabi Ibrahim as. di Palestina. Mereka akan memberikan kabar gembira bahwa Nabi Ibrahim as. akan segera dikaruniai keturunan, yaitu Nabi Ishak as.

Saat datang ke rumahnya, Nabi Ibrahim as. tidak menyadari bahwa mereka adalah para malaikat. Maka disuguhilah mereka jamuan makanan istimewa layaknya tamu penting. Makanan istimewa itu seperti disebutkan dalam Al-Quran:

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: Salaman” (Selamat). Ibrahim menjawab: “Salamun” (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” [Huud: 69].

“Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar).” [Adz-Dzariyat: 26].

Iya, daging bakar dari sapi yang masih muda. Terasa sangat enak makanan ini karena sapi muda memiliki daging yang masih lembut, tidak terlalu sulit untuk mengunyahnya. Sangat cukup kalau hanya sekadar dibakar. Tapi bukan ini yang kita bahas. Yang kita bahas adalah hubungan antara makanan ini dengan misi yang sedang diemban para malaikat untuk membinasakan kaum yang durhaka.

Penyebutan istilah dalam Al-Quran selalu mendeskripsikan sesuatu yang disebutkan itu. Kata ‘ijlun’ dalam dua ayat di atas bermakna anak sapi. Banyak mufasir menyebutkan anak sapi itu berumur sekitar satu bulan atau lebih sedikit.

Kemudian, karena kasih sayang kepada seluruh makhluk-Nya, Allah Taala juga menyediakan nutrisi yang baik anak sapi yang baru dilahirkan. Susu induknya yang masih menjadi makanan tumpuan anak sapi haruslah mempunyai kualitas yang baik.

Induk sapi bisa memproduksi susu yang baik jika tubuhnya mendapat asupan makanan yang cukup. Rerumputan harus tersedia dengan cukup agar induk sapi bisa merawat si mungilnya dengan optimal.

Pertanyaannya, kapan musim tersedianya rerumputan secara banyak? Tumbuhan akan tumbuh sangat baik pada musim semi. Di musim ini, bahkan bunga-bunga yang biasanya tidak terlihat pun bermekaran dengan indahnya. Apalagi sekadar rerumputan yang biasanya tumbuh di sembarang tempat.

Jadi bisa kita simpulkan bahwa para malaikat datang ke kaum Nabi Luth as., dan mampir ke rumah Ibrahim as. setelah musim semi. Lalu apa hubungan antara dibinasakannya kaum durhaka itu dengan musim semi? Pada zaman itu ada dua musim berdagang di negeri Arab dan sekitarnya. Seperti disebutkan dalam Al-Quran:

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” [Quraisy: 1-4].

Orang-orang Quraisy berdagang ke luar negeri pada dua musim; musim dingin dan musim panas. Pada musim dingin, mereka berdagang ke Yaman, karena terletak di pesisir laut yang hangat. Sedangkan pada musim panas mereka berdagang ke Syam, karena negeri-negeri yang dingin sehingga pada musim panas tidak terlalu panas. Jadi saat itu ada dua pasar terkenal; Pasar Yaman di musim dingin dan Pasar Syam di musim panas.

Musim semi adalah peralihan antara musim dingin ke musim panas. Musim ini bisa berlangsung sepanjang tiga bulan. Pada musim semi ini, pasar di Yaman sudah usai, sedangkan pasar di Syam belum dimulai. Kaum pedagang masih berada di negeri-negerinya. Sedangkan negeri-negeri bertempatnya pasar sedang kosong dari orang asing. Musim dengan kondisi seperti inilah pemilihan waktu yang tepat untuk menurunkan azab dari Allah Taala.

Allah Taala berkehendak menghancurkan seluruh kaum Nabi Luth as. yang durhaka tanpa kecuali. Tidak ada seorang pun dari mereka yang boleh selamat. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu yang tepat. Yaitu saat seluruh kaum Nabi Luth as. sedang berada di negerinya, tidak sedang bepergian untuk berdagang ke negeri lain. Di negeri mereka pun sedang tidak ada orang-orang lain yang tidak termasuk kaum yang durhaka, termasuk di dalamnya para pedagang asing. Mereka tidak boleh turut binasa.

Subhanallah, demikianlah azab Allah Taala ketika sebuah kaum durhaka dan menyepelekan tuntunan-Nya. Azab Allah Taala yang diturunkan kepada kaum Nabi Luth as. benar-benar tepat dan tidak meleset sedikit pun. Bahkan jam turunnya pun ditepatkan pada pagi hari, ketika orang masih berada di rumah, belum ke mana-mana. Jadi, masihkah kita mengesampingkan ayat-ayat Allah Taala? (sof1/mukjizat.co)

Comments (2)

baarokallah. Tambah ilmu lagi

baarokallah. Nambah ilmu lagi

Tinggalkan Komentar Anda