Kata-kata Ini Menghidupkan Hati Para Sahabat (Bagian 1)

0 komentar 406 kali dilihat

mukjizat.co – Kata-kata adalah sihir. Iya, kata-kata bisa mengubah kondisi hati orang yang diajak berbicara. Kata-kata penuh makna bisa membangkitkan orang yang sudah putus asa, bisa menggerakkan orang untuk berjuang, bisa mendorong orang untuk berkorban, bisa menjadikan orang ikhlas memberikan semua yang dimilikinya untuk perjuangan.

Itulah yang dilakukan Rasulullah saw. kepada para sahabatnya. Kata-kata beliau benar-benar menghidupkan hati para sahabatnya. Bukan sekadar basa-basi dan pemanis bibir, dari benar-benar dari hati dan keinginan yang murni. Hasilnya? Bisa kita lihat dalam peri kehidupan para sahabat yang masing-masing membangun monumen kepahlawanan.

Ketika ingin menerangkan bagaimana cinta yang seutuhnya, al-khullah, yang sebenarnya menjadi hak Allah Taala semata, Rasulullah saw. menyinggung bahwa beliau sangat mencintai sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq. Beliau katakan, “Andai mempunyai orang terkasih yang kucintai seutuhnya di antara manusia, pasti orang itu adalah Abu Bakar. Tapi aku adalah Khalilullah, kupersembahkann cinta itu kepada-Nya.”

Rasulullah saw. adalah manusia yang paling dicintai Allah Taala. Doanya pasti akan dikabulkan. Beliau pun banyak mendoakan para sahabatnya. Banyak sahabatnya yang secara khusus meminta doa beliau. Beruntunglah mereka yang mendapatkannya. Lalu bagaimana jadinya ketika Rasulullah saw. lah meminta doa kepada sahabatnya? Saat hendak pergi untuk melaksanakan umrah, Rasulullah saw. berkata kepada Umar, “Jangan engkau lupakan kami dalam doa-doamu, saudara tercinta.”

Dalam bahasa Arab, hati disebut al-qalbu. Nama ini digunakan karena sifat hati yang mudah berubah-ubah. Makanya, istiqamah adalah kemulian pemberian Allah Taala yang paling bernilai kepada hamba-Nya. Bagaimana bahagianya kita, jika ada kabar pasti bahwa kita akan terus istiqamah hingga akhir hayat kita. Itulah mungkin perasaan Utsman bin Affan setelah membekali pasukan Islam dalam perang Tabuk. Saat itu Rasulullah saw. dengan kabar wahyunya dari Allah Taala berkata kepada Utsman, “Tiada sesuatu pun yang membahayakan Utsman setelah ia lakukan ini.”

Menolong Allah Taala dan Rasulullah saw. adalah keutamaan yang paling agung. Orang yang melakukannya akan dibalas dengan pertolongan Allah Taala dan keteguhan hati. Mungkin banyak dari kita merasa sudah menolong Allah Taala dan Rasul-Nya, tapi apakah benar perasaan tersebut? Semuanya akan terjawab di Hari Akhirat kelak. Lalu bagaimana perasaan kita jika Rasulullah saw.mengatakan bahwa kita termasuk orang yang menolong tersebut? Alangkah bahagianya. Itulah mungkin perasaan Ali bin Abi Thalib ra. ketika Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa. Tapi tiada Nabi sesudahku.”

Mengakhiri kehidupan dengan cara yang indah adalah impian setiap muslim. Banyak orang yang sepanjang hidupnya diisi dengan kebaikan, tapi ternyata akhir hidupnya sangat buruk. Kematian paling indah adalah hadiah yang telah diberikan kepada para syuhada. Mereka yang meninggal dunia dalam memperjuangkan agamanya. Hadiah ini sangat bernilai, bahkan tidak semua orang yang berjuang pun mendapatkannya. Lalu bagaimana perasaan kita, jika dalam kondisi masih hidup dikatakan sebagai seorang yang mendapat kemuliaan syahid? Itulah mungkin perasaan Thalhah ketika Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah.” (bersambung) (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda