Belajar Banyak Hal dalam Shalat Jumat

0 komentar 307 kali dilihat
keistimewaan yang terdapa pada hari Jumat, keistimewaan hari jumat. jumat berkah, Jumat Sayyidul Ayyam,

mukjizat.co – Ada beberapa keistimewaan yang terdapa pada hari Jumat. Keistimewaan inilah yang membuatnya menjadi Sayyidul Ayyam, hari terbaik dalam seminggu. Ulama dan da’i dari Mesir, Syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi menyebutkan beberapa beberapa di antaranya.

Adzan adalah penanda berakhirnya waktu shalat tertentu dan masuknya pada waktu yang baru. Maka waktu shalat yang disediakan terbentang dari awal waktu tersebut hingga akhir. Tapi kita dianjurkan untuk segera melaksanakan shalat di awal waktu karena tidak ada jaminan hidupnya akan sampai akhir waktu yang disediakan untuk shalat tersebut.

Hukum ini tidak berlaku pada hari Jumat, karena Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [Al-Jumah: 9]. Menyegerakan tidak hanya dianjurkan, tapi diperintahkan.

Shalat-shalat yang lain bisa dilaksanakan sendirian, atau dilaksanakan bersama orang-orang tertentu yang mempunyai kedekatan dan kesamaan dalam hal tertentu. Tapi pada hari Jumat, Allah Taala berkehendak yang lain. Semua orang dikumpulkan dalam satu masjid. Saat itulah orang kaya berkumpul dengan orang miskin; pejabat berkumpul dengan rakyat jelata; dan seterusnya.

Apa yang terjadi saat itu? Orang miskin ketika melihat orang kaya tunduk kepada Allah Taala akan mengetahui bahwa ada titik kesamaan antara dirinya dengan orang kaya tersebut, dia pun tidak berkecil hati. Sedangkan si kaya ketika melihat orang miskin bersujud akan mengetahui adanya titik kesamaan dirinya dengan orang itu, dia pun tidak akan sombong.

Kita diperintahkan untuk menempati tempat yang ada, dilarang melewati dan mengganggu orang yang ada ada terlebih dulu di depan kita. Karena itu orang berkedudukan tinggi bisa duduk di belakang orang biasa. Orang yang duduk di depan adalah orang yang datang di awal waktu. Di sini kita didorong untuk menyadari bahwa kemuliaan yang sebenarnya adalah jika kita bersegera mencari ridha Allah Taala. (sof1/mukjizat.co)

Tinggalkan Komentar Anda